JournalNusantara.com - Pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2024 diperkirakan akan berjalan sengit. Meskipun pasangan Ridwan Kamil-Suswono diunggulkan, namun Pramono Anung-Rano Karno diyakini masih bisa memberikan perlawanan.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, dari hasil survei elektabilitas Pramono-Rano Karno mulai naik. Nama besar Rano Karno menjadi kunci dalam peningkatan elektabilitas pasangan tersebut.
"Itu artinya faktor Rano jadi pendongkrat suara Pram. Apapun Rano populer sejak lama dan corak kewibaannya lumayan kentara" ujar Adi, Jumat (20/9).
Adi Prayitno menambahkan jika masih banyak PR yang harus dilakukan pasangan ini untuk meningkatkan elektabilitasnya dan target 2 putaran menjadi hal yang cukup rasional
"Harus kerja keras. Turun ke bawah dan yakinkan rakyat. Karena RK target satu putaran," ujarnya
"Minimal bisa mencegah RK satu putaran. Itu rasional. Dan pram-RK lolos putaran kedua. Di situ bisa tarung bebas untuk menang" pungkasnya.
Di lain kesempatan, Pramono menyebut kaget akan hasil survei terbaru yang ia dapatkan. Dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024, Pramono mengaku memulai dari 0. Namun baru beberapa hari melakukan sosialisasi, angka elektabilitasnya sudah mencapai 28,4 persen.
"Kan saya memulai dari 0 persen, baru seminggu belum ada sudah 28,4 persen, artinya apa? Publik memberikan dukungan yang luar biasa, saya sendiri memperkirakan saya mungkin masih belasan persen, eh ternyata udah 28,4 persen," kata Pramono.***
Sumber: JawaPos.com
Artikel Terkait
Dekranasda Cianjur Award V Tahun 2024
FLS2N Tingkat Nasional Resmi Digelar
Potret Cantik Puteri Indonesia 2024 "Astamara"
4 Pemain Bintang Timnas Indonesia Berpotensi Dicoret Shin Tae-yong
Peserta FLS2N Asal Jabar Tampil Memukau
Yuk Hadiri KAI TJSL Fest 2024 di Kota Surakarta
Kemuliaan Majlis Taklim Bagaikan Taman Surga
Mutiara Pagi: Yang Maha Memberi Mudharat (Bagian 1619)
Senin Depan, Agenda Debat Publik Tiga Calon Rektor UI Periode 2024-2029
Ilmu Filsafat Direkomendasikan Masuk Kurikulum Sekolah Menengah