6. Membaca shalawat merupakan sebab diampuninya dosa-dosa yaitu berdasarkan keimanan seorang mukmin, kecintaannya dan keikhlasannya dalam membaca shalawat untuk Rasulullah.
"Wahai Abu Kahil, barangsiapa membaca shalawat untukku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT mewajibkan atas diri-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari tersebut." (HR. Ibnu Abi Ashim dan ath-Thabrani)
7. Membuat shalawat memintakan ampun bagi yang membacanya dan menemaninya dalam alam kuburnya.
Rasul bersabda: "Tidak seorang hamba pun yang membaca shalawat satu kali untukku, kecuali Malaikat akan keluar dengan shalawat tersebut dan menghadap kepada Dzat Yang Maha Pengasih. Lalu ia berkata, "Wahai Tuhan kami, Maha Luhur engkau." kemudian Allah SWT berfirman: "Pergilah dengan shalawat tersebut ke kubur hamba-Ku, dan mintakan ampunan untuknya dan tenangkanlah jiwanya."
Baca Juga: Waspadalah...Uang Terkadang Menjatuhkan Martabat dan Integritas
8. Beliau akan memberikan syafa'at kepada orang yang membacanya.
"Dan barangsiapa membaca shalawat untukku, maka aku akan memberikan syafa'at kepadanya pada hari Kiamat." (HR. Abu Daud)
9. Dapat menjauhkan seseorang yang membacanya dari kefakiran, mendapatkan limpahan kebaikan dan keberkahan.
Dari Al-Hafizh Abu Musa Al Maldini dengan sanadnya dari Sahl bin Sa'ad, ia berkata pada suatu ketika, salah seorang sahabat menghadap Rasulullah SAW dan mengadu kepada beliau tentang kefakiran yang dideritanya, kesempitan hidup dan kesulitan mata pencahariannya.
Kemudian beliau menasehatinya, "Apabila kamu masuk ke rumahmu, maka ucapkanlah salam, baik di dalamnya ada orang atau tidak. Lalu ucapkan salam untukku dan bacalah 'Qul huwallaahu ahad' satu kali."
Setelah itu, orang tersebut mengamalkan nasehat beliau dan Allah pun melancarkan rezekinya, hingga meluber (memberi berkah) kepada para tetangga dan kerabat-kerabatnya.
10. Mereka yang sering membaca shalawat akan menjadi orang yang paling utama dalam pandangan Rasulullah SAW.
"Orang yang paling utama bagiku pada hari Kiamat nanti adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat untukku." (HR. Tirmidzi)
11. Keberkahan dan kebaikannya akan melimpah pada orang yang membaca shalawat tersebut, kepada anak-anaknya hingga kepada cucu-cucunya.
"Membaca shalawat untuk Rasulullah akan melimpahkan keberkahan pada orang yang membaca shalawat, anak-anaknya dan cucu-cucunya." (Al Hadits).
Artikel Terkait
Jangan Sinis !!
Insiden Pembakaran Bendera PDIP Saat Unras, Politisi PDIP Geram
Wapres Sebut Standar Kompetensi Salahsatu Faktor Loker Naker Luar Negeri Belum Terisi Maksimal
Kang Deden Nasihin (Denas) Optimalkan Peran Parlemen dalam Percepatan Pembangunan Cianjur Selatan
Rayakan Ultah ke 45, Ketum DPP Partai Demokrat Luncurkan Buku Tetralogi Transformasi AHY
Lelaki Jantan, Ini Dia Kriterianya !
Waspadalah...Uang Terkadang Menjatuhkan Martabat dan Integritas
Education Nusantara Indonesia Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Compang NTT
Khidmat dan Semarak, Pesantren Miftahul Huda Al-Musri Ciranjang Gelar Reuni Akbar ke-XII
Apa itu Kolesterol ?