Olahraga Catur, Gapleh, Nasi Liwet, Therafis Manula

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 5 Juni 2026 | 18:39 WIB
Unang Margana
Unang Margana

Solusinya: Berikan panggung dan peran. Kakek yang jago catur bisa dijadikan pelatih catur anak-anak. Nenek yang masak liwetnya paling enak bisa dijadikan mentor PKK. Manula yang merasa berguna akan hidup lebih sehat 10 tahun lebih lama. Pemerintah cukup membuat program "Manula Mengajar" 1 jam seminggu di sekolah untuk mengajarkan aksara daerah (Sunda, Jawa, dll), permainan tradisional, atau cerita perjuangan. Dua generasi akan sama-sama untung.

Kunci dari seluruh permasalahan di atas terhadap manula hanya satu: jangan sekali-kali memperlakukan manula seperti barang pecah belah. Perlakukan mereka seperti perpustakaan berjalan. Rapuh iya, tapi isinya berharga dan luar biasa.

Penutup

Negara maju diukur dari sejahteranya anak muda. Negara beradab diukur dari mulianya manula. Kita tidak perlu menunggu BPJS menanggung semua atau menunggu rumah sakit lansia berdiri di tiap kecamatan. Mulai dari yang paling dekat: sediakan meja gapleh, papan catur, periuk nasi liwet, dan sisihkan 30 menit waktu untuk menemani bapak-ibu kita bergerak.

Gapleh melatih otak biar tidak pikun. Catur mengajarkan sabar. Nasi liwet bikin perut dan hati hangat. Therafis manula menjaga otot biar tidak cepat rapuh. Empat hal remeh, tapi kalau hilang, manula kita cepat pensiun dari hidup.

Pesan untuk anak muda, ingatlah: tua itu pasti, jompo itu pilihan. Dan pilihan itu kita putuskan hari ini, lewat cara kita memperlakukan manula di sekitar kita. Biar nanti saat giliran kita duduk di balai RW, masih ada yang mau mengajak main gapleh, bukan mengantar ke panti jompo.

Cianjur, 5 Juni 2026

Pemerhati sosial di Bengkel Politik Cianjur (BPC)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Semua Dipergilirkan (Bagian 2277)

Selasa, 21 Juli 2026 | 06:53 WIB

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB
X