(Perjumpaan dengan Taufiq Ismail)
Senyumnya sederhana
namun menyimpan kedalaman makna
seorang penyair yang mengabdikan hidupnya
untuk kemanusiaan, moral, dan sastra
serta demi bahasa, bangsa, dan negara
Ketika kumendekat
ada rasa haru yang begitu dahsyat
seperti menyaksikan saat ia merangkai kata:
menghubungkan manusia dengan keindahan,
mengikat hati dengan kejujuran, dan
menyambungkan masa lalu dengan masa depan
Ketika kumenyapa
senyumnya tumbuh perlahan
laksana bunga di taman puspa
sangat romantis dan penuh keindahan
Meski percakapan kami tidaklah lama
namun terasa cukup membangkitkan ingatan
pada kekuatan kata yang menggerakkan bangsa
dari seorang pujangga yang namanya melintasi zaman
Setiap kerut wajahnya
adalah paragraf tentang cinta tanah air
dan setiap senyumnya
adalah bait tentang keikhlasan seorang penyair
Dalam tatapannya
ada keteduhan yang menyerupai doa
dalam sikapnya
ada wibawa yang tanpa dipaksa
membuat hati bergetar pelan
seperti puisi yang bercerita tentang kerinduan
Jakarta, 20 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Saling Peduli dan Berbagi di Tengah Bencana (Bagian 18)
Mutiara Pagi: Jarak dan Kedekatan Tuhan (Bagian 2063)
Menggugat Transparansi PDAM: Ikhtiar Menuju Tata Kelola Air Bersih Cianjur yang Berkeadilan
Psychology Education Peringati HKSN 2025 di Yayasan Assuyyuthiyyah Cianjur, Tegaskan Pentingnya Kepedulian dan Kebersamaan
Mematikan Kemanusiaan di Balik Tembok Birokrasi dan Gengsi Politik
KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT, Salahsatunya Bupati Bekasi
Persiapan Karier Global dan Digital 2026 Menjadi Fokus Utama Talkshow di Bandung
JADWAL Acara TV Hari Ini, 20 Desember 2025: Super League di Indosiar, dan MasterChef Indonesia S3 RCTI
Frans Putros bakal Absen di Dua Laga Persib, Bojan Hodak Santai
Jadwal Persib vs Bhayangkara FC: Dua Pemain Berlabel Timnas Siap Bawa Tim ke Jalur Kemenangan