(Penjumpaan & Warisan Ilmu Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj)
Dia adalah Yang Maha Dekat
lebih dekat dari urat leher
hadir dalam denyut kehidupan
menyertai setiap napas dan tindakan
Ketika jarak terlalu ditekankan
Tuhan dipahami sebagai entitas yang jauh
nyaris tak terlibat dalam kehidupan
sehingga manusia semakin menjauh
Tuhan menjadi terlalu asing untuk dicintai
Akibat dipersempit oleh persepsi
iman tidak tumbuh sebagai kesadaran
melainkan sebatas dogma dan pengetahuan
Ketika kedekatan dipahami secara berlebihan
timbul penyamaan mahluk dengan Tuhan
Dia Yang Maha Suci
dipersepsi sebagai objek yang bisa dikuasai
Setiap wujud, setiap gerak
manusia masih bisa menolak
bahkan setiap kemungkinan itu ada
karena manusia memang menghendakinya
Manusia tetaplah manusia
tidak mungkin menjelma menjadi Tuhan
penyatuan manusia dengan Sang Pencipta
hanya lenyapnya ego dan ilusi kemandirian
Yang lenyap bukan fisik manusia
melainkan kesombongan dirinya
sehingga yang tersisa adalah kesadaran
bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan
Malang, 19 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kualitas Makanan Balita Diragukan, Kepala SPPG Gasol Cianjur Angkat Bicara Soal Lontong Isi Ayam Diduga Basi
Mutiara Pagi: Sejarah yang Bernapas (Bagian 2062)
Dr. KH. Aang Abdullah Zein Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI Jawa Barat 2025-2030
Cara Cek Penerima PIP Desember 2025, Ketahui Syarat dan Mekanisme Cairkan Dana Bantuan Siswa dengan Mudah
Cek Batas Waktu Pembelian Tiket Persib vs Bhayangkara FC, Harga Mulai dari Rp115 Ribu
WOW! Harga Emas Galeri24 dan UBS yang Dijual Pegadaian Hari Ini Naik Semakin Mahal
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Bhayangkara FC, Tayang di TV Jam Berapa?
Kuasa Hukum Atalia Tegaskan Gugatan Cerai ke Kang Emil Tidak ada Hubungannya dengan LM
10 Tips Cara Bikin Usaha Berkembang Pesat
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Saling Peduli dan Berbagi di Tengah Bencana (Bagian 18)