JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025, komunitas Psychology Education (Psychoedu) menggelar kegiatan edukatif dan sosial di Yayasan Assuyyuthiyyah, Kabupaten Cianjur, pada Kamis, 18 Desember 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Kepedulian, Menguatkan Kebersamaan” sebagai refleksi atas pentingnya solidaritas sosial di tengah tantangan generasi muda saat ini.
Hal tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Psychology Education dengan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Forum Komunikasi Panti Sosial Kabupaten Cianjur, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Cianjur, serta sejumlah yayasan sosial, di antaranya Societa Indonesia, Yayasan Usaha Mulia, Yayasan Aku Cinta Cianjur, dan Yayasan Rumah Pulih Jiwa.
Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Founder Psychology Education, Muhammad Dhafa, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional bukanlah sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi kolektif bagi seluruh elemen bangsa.
“HKSN adalah pengingat bahwa bangsa ini dibangun di atas nilai kebersamaan dan gotong royong. Kemerdekaan Indonesia tidak lahir dari perjuangan individu, tetapi dari solidaritas rakyat yang bersatu,” ujarnya.
Ia juga memberikan pemahaman kepada para siswa-siswi Yayasan Assuyyuthiyyah mengenai sejarah HKSN yang ditetapkan sebagai bentuk penghargaan terhadap solidaritas perjuangan rakyat Indonesia, khususnya semangat gotong royong yang menguat pasca peristiwa heroik Pertempuran Surabaya pada 20 Desember 1945.
Lebih lanjut melalui pemahaman sejarah tersebut, Dhafa berharap generasi muda mampu mewarisi nilai perjuangan dan menghadirkannya dalam bentuk kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.
Perwakilan Yayasan Assuyyuthiyyah, Ustadz Ferry, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan dukungan penuh kepada teman-teman mahasiswa, khususnya Psychology Education, yang selama ini konsisten menghadirkan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Cianjur,” tuturnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Drs. Tedy Artiawan, M.Si. Ia menilai Psychology Education sebagai contoh positif gerakan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa, khususnya di Kabupaten Cianjur.
“Kami berharap Psychology Education dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi daerah,” ungkapnya.
Usai memberikan sambutan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di bawah naungan Yayasan Assuyyuthiyyah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Psychology Education juga menggelar talkshow psikoedukasi yang menghadirkan dua narasumber, yakni Joko Wuryanto selaku Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial Kabupaten Cianjur dan Arni Sri Anggraeni, seorang psikolog.
Talkshow ini membahas berbagai isu penting remaja, mulai dari pentingnya memilih lingkungan sosial yang sehat, kenakalan remaja, tugas perkembangan remaja, krisis identitas, hingga penguatan motivasi diri.
Artikel Terkait
Dr. KH. Aang Abdullah Zein Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI Jawa Barat 2025-2030
Cara Cek Penerima PIP Desember 2025, Ketahui Syarat dan Mekanisme Cairkan Dana Bantuan Siswa dengan Mudah
Cek Batas Waktu Pembelian Tiket Persib vs Bhayangkara FC, Harga Mulai dari Rp115 Ribu
WOW! Harga Emas Galeri24 dan UBS yang Dijual Pegadaian Hari Ini Naik Semakin Mahal
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Bhayangkara FC, Tayang di TV Jam Berapa?
Kuasa Hukum Atalia Tegaskan Gugatan Cerai ke Kang Emil Tidak ada Hubungannya dengan LM
10 Tips Cara Bikin Usaha Berkembang Pesat
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Saling Peduli dan Berbagi di Tengah Bencana (Bagian 18)
Mutiara Pagi: Jarak dan Kedekatan Tuhan (Bagian 2063)
Menggugat Transparansi PDAM: Ikhtiar Menuju Tata Kelola Air Bersih Cianjur yang Berkeadilan