GERD vs Maag: Bedakan Dua Penyakit Pencernaan yang Sering Bikin Bingung

photo author
Jajang Fauzi, Journal Nusantara
- Senin, 15 Desember 2025 | 12:34 WIB
Foto : Reflux Disease (GERD) belakangan menjadi masalah kesehatan yang sering ditemui pada kalangan mahasiswa. (Topmedia.co.id / Istimewa)
Foto : Reflux Disease (GERD) belakangan menjadi masalah kesehatan yang sering ditemui pada kalangan mahasiswa. (Topmedia.co.id / Istimewa)

Sementara itu, GERD adalah kondisi yang lebih serius, di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn).

Maag sering kali disebabkan oleh gangguan pada lambung itu sendiri, sementara GERD terjadi karena kelainan pada katup esofagus yang tidak dapat menutup dengan sempurna, menyebabkan asam lambung naik ke atas.

Menurut data dari National Institutes of Health, lebih dari 60 juta orang di Amerika Serikat mengalami maag setidaknya sebulan sekali.

Baca Juga: Jadwal Persib usai Kalah dari Malut United, Maung Bandung bakal 'Ngamuk' di Kandang Sendiri

Sebaliknya, GERD memerlukan diagnosis dari dokter ahli gastroenterologi, yang akan mengevaluasi frekuensi dan tingkat keparahan gejalanya.

Penyebab GERD: Apa yang Menghancurkan Kesehatan Pencernaan Anda?

GERD terjadi ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di dalam lambung justru naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi dan peradangan.

Salah satu penyebab utamanya adalah kelemahan pada katup yang ada di antara esofagus dan lambung.

Katup ini biasanya berfungsi untuk mencegah asam lambung naik, namun pada penderita GERD, katup ini melemah dan tidak dapat menutup dengan baik.

Akibatnya, asam lambung terus naik dan menimbulkan peradangan.

Baca Juga: Dukungan Mengalir untuk Enam Polisi yang Berani Beraksi Melawan Debt Collector

Selain faktor kelemahan katup esofagus, ada sejumlah faktor lain yang bisa memicu GERD, di antaranya:

1. Obat-obatan tertentu : Beberapa obat seperti aspirin, motrin, dan obat penurun tekanan darah dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan tukak lambung atau iritasi pada kerongkongan.

Selain itu, obat untuk asma, alergi, dan obat penenang juga dapat meningkatkan risiko GERD.

2. Pola makan yang buruk : Kebiasaan makan terburu-buru, makan dalam porsi besar, atau langsung tidur setelah makan bisa meningkatkan tekanan pada perut, yang kemudian memicu GERD.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jajang Fauzi

Sumber: ayomalang.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X