Nikmat mana lagi yang kau pinta
Ketika cinta Tuhan berkumpul begitu mesra
bagai bunga di taman puspa
mekar tanpa pernah dipaksa
Yang tampak mustahil
kini menjelma kenyataan
perlahan membuahkan hasil
menjawab sejumlah harapan
Nikmat mana lagi yang kau pinta
Pagi, tak hanya memberi janji
Siang, selalu saja setia
Dan keelokan malam selalu menemani
Semua telah menjadi sahabat
Yang tak pernah berkhianat
hadir dalam pelukan
yang tak pernah meminta balasan
Dalam diam, mungkin kita mengerti
Semuanya kehendak Sang Ilahi
Tidak lebih, tidak kurang
Bisa pergi, bisa datang
Adapun kebahagiaan yang kita rasakan hari ini
Hanyalah serpihan kecil dari lautan rahmat Ilahi
Meresap perlahan seperti hujan
pada tanah tandus yang lama kekeringan
Lalu, nikmat mana lagi yang kau pinta?
Ketika anugerah Tuhan terkumpul begitu mesra
Malang, 24 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Percakapan di Kota Keris (Bagian 2037)
Lebih dari Sekadar Lomba Lari, Memahami Esensi dan Manfaat Vitalitas Fun Run
Silent Killer, Memahami Ancaman dan Langkah Pencegahan Kematian Mendadak
Stop Rembesan Bencana, Panduan Praktis Menutup Atap Bocor di Musim Hujan
Benteng Hijau Anti Nyamuk, Solusi Alami Melindungi Rumah dari Serangan Vektor Penyakit
Yudi Supriadi Terpilih Jadi Ketua PMII Bantul 2025-2026, Tekankan Konsolidasi Gerakan
PMII Cianjur Gelar Pelatihan Kader Lanjut, Ijtihad Kader Hadapi Tantangan Era Baru
Dinamika Internal PBNU Memanas, KPMNU Dukung Penuh Keputusan Rais Aam Termasuk Rekomendasi Mundur Ketum
FPN Dukung Penuh Desakan Syuriyah: Gelombang Pembenahan Internal NU Harus Dimulai
MUI Fatwakan Pajak Barang Primer dan Rumah Huni Haram Dipungut, Tekankan Konsep Keadilan