Jangan pernah angkuh
Setiap orang punya jatah untuk jatuh
Untuk terhempas dan tersadar
Bahwa petuah ini memang benar
Ada masa di mana langit menutup
Sehingga cahaya mulai meredup
Semua hanya mengingatkan
Dalam hidup tak ada keabadian
Peran kita hanyalah hamba
Bukan sebagai penguasa
Namun sering kali kita lupa
Seolah-olah dunia milik kita.
Napas hanyalah pinjaman
Waktu hanyalah titipan Kesombongan yang kita lakukan
Bisa menenggelamkan sejumlah harapan
Maka tundukkanlah hati kita
Sebelum Tuhan menundukkannya
Yang rendah hati bisa jatuh
Apalagi mereka yang angkuh
Jangan merasa memiliki dunia
Cukup nikmati apa yang ada
Karena kemuliaan sejati
Terletak pada kerendahan hati
Malang, 25 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menebar Cahaya Kebaikan dari Pesantren untuk Negeri
Hiling Hati Sebelum ke Tanah Suci, 150 Jamaah Ikuti Manasik Umroh Agifah Tour & Travel
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Kontribusi Pesantren, Kiai dan Santri dalam Membangun Negeri (Bagian 10)
Diskusi Publik Mendesak Kepastian Hukum Atas Penangkapan Aktivis Demonstran di Cianjur
Mutiara Pagi: Dinding Pemisah (Bagian 2007)
Melarikan Diri ke Ketinggian, Menikmati Hawa Sejuk Abadi di Puncak Cianjur
Bubur Kacang Hijau, Penyelamat Hangat di Tengah Dinginnya Puncak
Gunung Padang: Punden Berundak Raksasa Cianjur, Kontroversi Usia yang Mengguncang Sejarah
Lampegan, Kisah Horor Ronggeng di Terowongan Kereta Tertua Cianjur
Polres Cianjur Diminta Bebaskan Aktivis, Penahanan Dinilai Langgar Prinsip Demokrasi dan Konstitusi