Di setiap hembusan napas,
ada rahasia yang terpatri
Mengajarkan kita untuk ikhlas,
meski dunia sering tak pasti
Bila hati telah pasrah,
jalan terasa lebih indah
Tak lagi mengejar bayangan,
karena jiwa menemukan tujuan
Bukan harta yang dikenang,
bukan pangkat yang dijulang
Tapi kebaikan yang kita taburkan,
dan doa tulus yang dipanjatkan
Maka berlayarlah dengan damai,
meski ombak kadang mengguncang
Karena pelabuhan yang indah permai,
ada dalam dekapan hati yang lapang
Semua akan kembali,
menjadi cahaya di sisi Ilahi
Di sanalah keabadian bersemi,
tempat kita pulang kembali
Malang, 22 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Mau Apa Lagi? (Bagian 1969)
Membawa Jalan Kebaikan, Menjadi Cahaya untuk Sesama
Keluarga Idaman, Sumber Bahagia dan Tempat Kembali
Formasi Ideal dalam Sepak Bola, Kunci Keseimbangan Tim
Meningkatkan Percaya Diri, Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar
Mutiara Pagi: Pelabuhan Terindah (Bagian 1970)
Tahta Tak Abadi, Roda Kekuasaan Terus Berputar
Sorbonne University Tinggalkan Sistem Peringkat Dunia THE, Pilih Data Terbuka dan Transparan
Menjaga Kebugaran, Kunci Hidup Sehat dan Produktif
PT EMP Gebang Limited Lakukan Perbaikan Jembatan sebagai Bentuk Kepedulian Sosial