Mutiara Pagi: Doa Nelayan Tua (Bagian 1892)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 06:35 WIB
Ilustrasi nelayan yang sedang bersiap untuk melaut. (Foto: Freepik)
Ilustrasi nelayan yang sedang bersiap untuk melaut. (Foto: Freepik)

Di ujung perahu tua
Ia duduk, membenahi jaring yang sudah uzur
Air laut menempel di tubuh seperti ayat-ayat
yang tak selesai disebut semalam

Angin pagi menampar pelan pipi renta
Ia biarkan, sebab di setiap hempasnya
ada rindu dari masa silam
saat anak-anaknya masih kecil
dan istrinya belum sepucat cahaya lampu petromaks

Ia berbicara pada langit
dengan bahasa yang tidak diajarkan di sekolah
"Ampuni dosa yang tenggelam
di antara ombak dan keserakahanku akan hasil"

“Laut ini sudah tua, seperti aku, gumamnya”
tapi masih tabah memelihara perahu-perahu serakah
Masih sudi menampung doa,
yang tak lagi dipanjat dari masjid,
tapi dari tubuh yang basah asin

Ia ingat janji itu,
janji kepada laut
bahwa ia akan tetap melaut
meski pasar tak pernah jujur
meski pemerintah cuma mampir saat kampanye

Kemudian ia kembali berdoa
bukan minta rezeki, bukan minta mujizat
Hanya minta satu hal:
Jangan wariskan lautan yang marah
kepada anak cucu yang masih belajar menyebut namanya
dengan suara tertatih

Ya Rabb,
Jika suatu saat aku tak pulang
biarlah laut yang mengazani tubuhku
dan perahu ini menjadi pusara
yang terus bergoyang
sambil menyebut nama-Mu dalam bisu

Malang, 5 Juli 2025
Salam sehat

M. Sinal

Artikel Selanjutnya

Wakil Bupati "Nyambi"

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X