Dalam hati,
Gema takbir tak akan pernah pergi
Meski setelah idulfitri
Kita kembali ke kesibukan lagi
Ia akan tetap tinggal di sela-sela napas
Seperti riak gelombang di samudra luas
Hanya reda sebentar oleh jarak dan waktu
Tak pernah sirna bagai pelukan seorang ibu
Semesta menyaksikan, hati kembali bersih
Dari rasa dendam, iri, dan benci
Semoga segala luka dan perih
Semua hilang dan melangkah pergi
Ada getar yang tak mungkin dijelaskan
Saat kita kembali ke kesibukan
Ia mengalir seperti zikir
Dalam benak, rasa, dan pikir
Jangan takut pada gelapnya malam
Ketika senja mulai tenggelam
Di dalamnya ada kasih sayang Tuhan
Yang tak pernah berkesudahan
Semoga hati tetap terjaga
Dari prasangka yang menyesatkan rasa
Kepada teman maupun saudara
Dalam rida-Nya, yang maha sempurna
Malang, 5 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Tim Urai 3 Sat Lantas Polresta Bogor Kota Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Ir. H. Juanda
Panen Memberi Berkah
Ketupat dan Opor, Sajian Idul Fitri yang Menggugah Selera
Mutiara Pagi: Menata Hati (Bagian 1799)
Humor sebagai Upaya Mempererat Tali Silaturahmi, Rekreatisasi Gotong Royong Sebagai Kunci Pencapaiannya
Perjalanan Legendaris dari Batavia ke Soerabaja, Uji Ketahanan Mobil OPEL pada 1935
Mutiara Pagi: Kilau Cinta di Ujung Jemari (Bagian 1800)
Idul Fitri dan Ketupat
Bahaya Kepemimpinan yang Tidak Kompeten, Refleksi dari Kutipan Denis Fonvizin
Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Wisatawan Tenggelam Ditemukan Setelah 24 Jam