“Tingkatan puasa yang paling rendah hanya meninggalkan minum dan makan saja.”
Apakah dengan Berkata Dusta dan Melakukan Maksiat, Puasa Seseorang Menjadi Batal?
Untuk menjelaskan hal ini, perhatikanlah perkataan Ibnu Rojab berikut :
“Mendekatkan diri pada Allah Ta’ala dengan meninggalkan perkara yang mubah tidaklah akan sempurna sampai seseorang menyempurnakannya dengan meninggalkan perbuatan haram.
Barangsiapa yang melakukan yang haram
(seperti berdusta) lalu dia mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan yang mubah (seperti makan di bulan Ramadhan), maka ini sama halnya dengan seseorang meninggalkan yang wajib lalu dia mengerjakan yang sunnah. Walaupun puasa orang semacam ini tetap dianggap sah menurut pendapat jumhur (mayoritas ulama) yaitu orang yang melakukan semacam ini tidak diperintahkan untuk mengulangi (mengqodho’) puasanya. Alasannya karena amalan itu batal jika seseorang melakukan perbuatan yang dilarang karena sebab khusus dan tidaklah batal jika melakukan perbuatan yang dilarang yang bukan karena sebab khusus. Inilah pendapat mayoritas ulama.”
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al Fath (6/129) juga mengatakan mengenai hadits perkataan zuur (dusta) dan mengamalkannya :
“Mayoritas ulama membawa makna larangan ini pada makna pengharaman, sedangkan batalnya hanya dikhususkan dengan makan, minum dan jima’ (berhubungan suami istri).”
Mala ‘Ali Al Qori dalam Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih (6/308) berkata, “Orang yang berpuasa seperti ini sama keadaannya dengan orang yang haji yaitu pahala pokoknya (ashlu) tidak batal, tetapi kesempurnaan pahala yang tidak dia peroleh. Orang semacam ini akan mendapatkan ganjaran puasa sekaligus dosa karena maksiat yang dia lakukan.”
Kesimpulannya : Seseorang yang masih gemar melakukan maksiat di bulan Ramadhan seperti berkata dusta, menfitnah, dan bentuk maksiat lainnya yang bukan pembatal puasa, maka puasanya tetap sah, namun dia tidak mendapatkan ganjaran yang sempurna di sisi Allah ﷻ. Semoga kita dijauhkan dari melakukan hal-hal semacam ini. Aamiin
*Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an*
Allâh Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Artikel Terkait
Korupsi Pertamina: Sekali Tepuk Dua Sasaran Didapat
Sejarah Buton (Wolio) Sulawesi Tenggara
MENYERAP GABAH TANPA SYARAT KADAR AIR DAN KADAR HAMPA
Kolaborasi Yayasan Relief Indonesia dan Pemdes Sukasari Karangtengah Salurkan Bantuan Rutilahu dan Sembako di Bulan Penuh Berkah
Lapar dalam Puasa Menjadi Metafora Kerinduan
Mutiara Pagi: Indahnya Bulan Suci (Bagian 1794)
Sanlat Ramadhan 1446 H Resmi Dibuka: BKPRMI Cianjur Cetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
Gunung Padang: Piramida Tertua di Dunia Tersembunyi di Bawah Bumi
Apda Jabar Apresiasi Program Kopdes Merah Putih, Hanya Pemdes Korup dan Cawe-cawe Anggaran yang Menolak
Mutiara Pagi: Jejak Cinta Ramadan (Bagian 1795)