عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi ﷺ telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”(HR. Muslim)
Beberapa Pelajaran yang Terdapat dalam Hadits:
Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seorang muslim, sehingga mampu melakukan ibadah dengan ikhlas karena Allah ﷻ, kendati pun ikhlas itu sangat sulit. Beberapa faktor tersebut ialah:
1⃣ Belajar menuntut ilmu yang bermanfaat, yaitu mempelajari Al Qur`an dan As Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih, karena mereka berada di atas kebenaran.
2⃣ Berteman dengan orang-orang shalih. Ini termasuk faktor yang dapat mendorong keikhlasan. Berteman dengan orang-orang yang shalih dapat memotivasi diri untuk mengikuti jejak dan tingkah laku mereka yang baik, mengambil pelajaran dan mencontoh akhlak mereka yang baik. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan tentang sahabat yang baik dan yang tidak baik dengan sabda Beliau ﷺ, yang artinya: Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, ialah seperti pembawa minyak wangi dan peniup tungku api (pandai besi). Pembawa minyak wangi boleh jadi akan memberimu, bisa jadi kamu akan membeli darinya. Dan kalau tidak, kamu akan mendapat bau harum darinya. Sedangkan peniup tungku api (pandai besi), boleh jadi akan membakar pakaianmu, dan bisa jadi engkau mendapatkan bau yang tidak sedap darinya. [Muttafaqun ‘alaihi, dari Abu Musa Al Asy’ari].
3⃣ Membaca sirah (perjalanan hidup) orang-orang yang ikhlas. Di antara karunia Allah ﷻ, banyak kisah yang Allah ﷻ sebutkan di dalam Al Qur`an dan dikisahkan oleh Rasulullah ﷺ tentang orang-orang yang mukhlis. Semua itu agar menjadi ibrah dan contoh bagi orang-orang sesudahnya.
4⃣ Bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu. Seseorang tidak akan dapat mencapai keikhlsan kalau tidak bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, kecintaan kepada kedudukan dan ketenaran, gila harta, sanjungan, dengki, dendam, dan lain-lainnya.
5⃣ Berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah ﷻ. Ini termasuk salah satu jalan yang bisa menguatkan dan menopang agar seseorang bersungguh-sungguh untuk ikhlas dalam ibadah. Doa adalah senjata orang mukmin. Untuk dapat mewujudkan permintaan dan memenuhi kebutuhannya, manusia disyariatkan Allah ﷻ agar berdoa. Di antara doa itu ialah :
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَ نَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ
Ya, Allah. Sesungguhya kami berlindung kepadaMu agar tidak menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui. Dan kami memohon ampun kepadaMu dari sesuatu yang kami tidak mengetahuinya. [HR Ahmad 4/403 dan sanadnya hasan. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam lainnya].
6⃣ Mudah-mudahan Allah ﷻ menjadikan kita orang yang ikhlas, sehingga seluruh amal kita bisa diterima sebagai simpanan yang bermanfaat kelak.
Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an
Artikel Terkait
Membangun Keseimbangan Antara Hak dan Kewajiban
Mutiara Pagi: Manusia Adalah Penulis (Bagian 1689)
Diantara Keutamaan Ikhlas dan Buahnya
Mendidik Generasi Unggul dan Berkarakter
Kesabaran
Timnas Garuda Pemersatu Bangsa, Layak Difilmkan di Layar Lebar
Aku dan Alam Mikrokosmis: Harmoni Antara Jiwa dan Alam Semesta
Resmi Dilantik, Pengurus HIMA, UKM, dan UKK STAI Al-Azhary Cianjur Siap Bersinergi untuk Kemajuan Kampus
Mutiara Pagi: Dialog Ibu dan Anak (Bagian 1690)
Mutiara Pagi: Tirai Masa Depan (Bagian 1691)