Senja meneteskan warna emas
Ketika matahari tidak lagi memanas
Anak duduk di samping ibunya
Ia bertanya tentang indahnya dunia
Di tepi pantai dekat rumahnya
Dengan ombak bergulung perlahan
Sang Ibu menyampaikan sebuah rahasia
Tentang keras dan indahnya kehidupan
Dalam sunyi yang melingkupi
Suara mereka menjadi melodi
Dengan nyanyian rahasia laut
Yang selalu pasang surut
Dua jiwa itu berbicara
Dengan bahasa yang penuh makna
Bukan sekadar saling mengerti
Tapi sangat dipahami oleh hati
“Anakku, “ lembut tapi menggema
Apakah engkau mempercayai
Setiap bintang di atas sana
Memiliki takdirnya sendiri?
“Aku percaya, Ibu”, jawabnya tenang
Seperti bintang,yang selalu datang
Semua menunggu saatnya bersinar
Meski cahayanya kecil atau besar
“Ibu,” tapi apalah jadinya
Jika cahayanya sirna
Sebelum sempat dilihat dunia?”
“Anakku,” dunia akan kehilangan
Bagian terindah.rahasia kehidupan
Itu adalah senyum kecil
Yang penuh dengan ketulusan
Namun membuat seseorang berhasil
Dalam mengatasi sejumlah permasalahan
Malang, 24 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Ajengan Marti: Ulama Produktif Asal Cianjur
Pentingnya Kesabaran
Darimana Jepang Belajar Membuat Pesawat Tempurnya Saat Perang Dunia Ke-2?
Membangun Keseimbangan Antara Hak dan Kewajiban
Mutiara Pagi: Manusia Adalah Penulis (Bagian 1689)
Diantara Keutamaan Ikhlas dan Buahnya
Mendidik Generasi Unggul dan Berkarakter
Timnas Garuda Pemersatu Bangsa, Layak Difilmkan di Layar Lebar
Aku dan Alam Mikrokosmis: Harmoni Antara Jiwa dan Alam Semesta
Resmi Dilantik, Pengurus HIMA, UKM, dan UKK STAI Al-Azhary Cianjur Siap Bersinergi untuk Kemajuan Kampus