Perubahan signifikan mulai dirasakan setelah lahir putera The Ting Hok, The Han Key (1909 – 1971). Hotel mengalami masa kejayaan, perekonomian keluarga membaik, sehingga sang cucu bisa mendapat pendidikan formal yang baik.
Baca Juga: Cegah Tawuran dan Corat-Coret Saat Kelulusan, Polres Cianjur Gelar Patroli ke Sekolah
The Han Key ternyata menyukai bisnis hotel, didukung sifatnya yang ulet dan pantang menyerah. The Han Key resmi menjadi penerus Hotel Besar pada 1939, di usia 27 tahun.
Pada tahun yang sama dia mempersunting Cen Cu Cin. Mereka memiliki tiga anak laki-laki dan satu perempuan, yakni The Dien Tje, The Che Sing, The Sing Tjen, dan The Tjen Hauw.
Dari empat anak, The Sin Tjen (lahir 1942) yang punya ketertarikan pada bisnis hotel. Sejak remaja, dia diajarkan ibunya cara mengurus hotel, sehingga sangat paham keseharian berjalannya hotel.
The Sing Tjen menikah dengan Liu Fang Lan pada 1974 dan memiliki lima anak. Setelah ayahnya wafat, The Sing Tjen menggantikan kedudukan ayahnya dan sampai saat ini menjadi Direktur Hotel Besar.
Pada 2006, The Sing Tjen membuat rebranding dengan memodernkan Hotel Besar berikut renovasi besar-besaran. Jumlah kamar ditambah dengan membagi dua kamar-kamar berukuran luas, juga mengganti ubin dengan keramik. Sederet kamar baru dibangun di halaman belakang, sehingga dari 19 menjadi 35 kamar sampai sekarang.
Tiga kavling toko di timur hotel, salah satunya toko kapuk yang dikelola Cen Cu Cin, istri The Han Key, dibongkar. Di sini dibangun gedung kantor modern dan sekarang disewa Hana Bank.
Toko -toko di barat hotel dibongkar untuk dibangun baru menjadi kafe-resto The Boulevard yang juga milik Hotel Besar. Bentuknya membujur panjang meniru bangunan sayap yang umumnya ditemui di rumah Tionghoa.
Baca Juga: KPU Cianjur Gelar Apel Siaga Penerimaan Bacalon Anggota DPRD
Sepaket dengan rebranding, nama “Hotel Besar” yang dianggap sudah tidak kontekstual, diganti menjadi Hotel Mulia.
Namun imbas penggantian nama, di luar perkiraan semula, ternyata jadi demikian merepotkan. Selain urusan administrasi, manajemen hotel menerima tak sedikit keluhan pelanggan lama dan pengemudi becak yang kebingungan mengantar tamu, karena masyarakat tahunya Hotel Besar, bukan Hotel Mulia.
Nama Hotel Mulia akhirnya hanya bertahan sembilan tahun. Hotel bersejarah kebanggaan Purwokerto itu pada 1 Februari 2015, kembali lagi ke nama semula, Hotel Besar.
Sejarah singkat hotel ini dapat dibaca tamu di “dinding testimoni” yang berisi tulisan kesan-kesan tamu setelah menginap di Hotel Besar. Foto Nyonya The Shia dan sang cucu, The Han Key diletakkan di lobi, berseberangan dengan meja resepsionis.
Manajer Operasional Hotel Besar Isabella Riyanti yang dijumpai di Purwokerto pada Maret 2018 mengungkapkan rencana manajemen Hotel Besar menambah convention hall dan kolam renang, menempati lahan kosong di belakang hotel. Dua fasilitas itu diharapkan dapat menarik tamu usia muda dan keluarga.
Artikel Terkait
Cerita Unik Sandiaga Uno Cari Makanan Halal di Korea Selatan
Diduga Menyalahgunakan Wewenang Pengelolaan Dana BUMDes Kades di Cianjur Akhirnya Ditangkap
Detik-detik Bus Masuk Jurang di Wisata Guci Tegal, Begini Pengakuan Sang Sopir
Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah: Kualitas Pendidikan Adalah Hak Semua Warga Negara
NU Peduli Kemanusiaan Cianjur Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir
Daftar Negara dengan Penduduk Terpendek di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
KPU Cianjur Gelar Apel Siaga Penerimaan Bacalon Anggota DPRD
Cegah Tawuran dan Corat-Coret Saat Kelulusan, Polres Cianjur Gelar Patroli ke Sekolah
Nilakanti Nekat Terobos Istana Negara Demi Keadilan, Berharap Suaka Hukum dari Presiden Jokowi
Jelang KTT ASEAN, Kesempatan Promosikan Labuan Bajo ke Dunia Internasional