Journalnusantara.com - Pertempuran Manila adalah pertempuran yang terjadi di suatu tempat di sekitar Manila antara pasukan kerajaan di Luzon dan Kekaisaran Majapahit.
Ada klaim penaklukan wilayah sekitar Saludong (istilah Majapahit untuk Luzon dan Manila) menurut teks Nagarakretagama yang mengklaim bahwa Saludong (Luzon) dan Solot (Sulu) adalah bagian dari Majapahit.
Klaim ini mungkin hanya mitos karena beberapa tahun sebelumnya, para pejuang dari Sulu telah berhasil menyerang Borney (Brunei) yang merupakan pengikut Majapahit, dan kemudian memukul mundur pasukan penyerbu Majapahit.
Karena di luar Nagarakretagama, tidak ada bukti di antara dokumen-dokumen Filipina pra-Hispanik bahwa Saludong atau Sulu pernah diperbudak oleh kekaisaran Majapahit.
Padahal, klaim ini hanya disebutkan sepintas dalam satu puisi pujian untuk Maharaja Hayam Wuruk dan sebenarnya bukan bagian dari kenegaraan.
Lebih jauh, Prasasti Tembaga Laguna yang lebih awal menyebutkan bahwa Dongdu (Kerajaan Tondo) memiliki hubungan diplomatik dengan Kerajaan Medang, bukan dengan Majapahit.
Meskipun demikian, mungkin saja ada pertempuran untuk Manila yang terjadi pada masa itu, tetapi kemungkinan besar itu adalah kemenangan bagi kerajaan-kerajaan Luzon.
Mengingat Kerajaan Tondo telah mempertahankan kemerdekaannya dan tidak diperbudak oleh penguasa lain. Atau, Luzon mungkin telah berhasil diserbu tetapi kemudian mampu memperoleh kembali kemerdekaannya.
Artikel Terkait
Kajian Keperempuanan: KOPRI Rayon Tarbiyah Dorong Pemimpin Perempuan Tangguh
Mutiara Pagi: Penyakit Hati ( Bagian1747)
Adat Pernikahan Bugis - Makassar
Survival Seru! JABAL STAI Al-Azhary Latih Mental Tangguh di Alam Bebas
Mutiara Pagi: Titian Waktu (Bagian 1748)
Kepemimpinan Diri
Alex Pastoor
Swasemda Beras atau Pangan?
Kejahatan Terhadap Perempuan yang Terus Terjadi
Islam and The Fight for Racial Equality