Journalnusantara - Nama Batavia, yang digunakan untuk Jakarta selama lebih dari 300 tahun, berasal dari suku Batavier, sebuah suku Jermanik yang pernah mendiami tepi Sungai Rhein dan merupakan nenek moyang bangsa Belanda.
Sebelum menjadi Batavia, wilayah Jakarta dikenal sebagai Jayakarta, sebuah kota perdagangan penting yang berkembang pesat sebelum kedatangan Belanda.
Pada tahun 1602, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) memindahkan kantor dagangnya dari Banten ke Jayakarta karena Banten menolak dominasi Belanda, dan Jan Pieterszoon Coen, pejabat VOC, awalnya mengusulkan nama Nieuwe Hollandia untuk kota tersebut.
Namun, De Heeren Zeventien, dewan pimpinan VOC di Belanda, memutuskan untuk mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia pada tahun 1619, menjadikan benteng VOC di Batavia sebagai pusat pertemuan kapal-kapal kompeni di Nusantara.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Peta Kehidupan (Bagian 1711)
Mengawali Hari dengan Bismillah: Sebuah Langkah Kecil yang Bermakna Besar
Mengokohkan Identitas Melayu-Islam di Era Globalisasi
Tanda Akhir Zaman: Renungan, Hikmah, dan Solusi Islami
NU Care-Lazisnu Cianjur Kembali Salurkan Bantuan bagi Penyintas Bencana Cisel
HIMA Prodi PAI Resmi Lantik Pengurus Komisariat Mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur
Sinergi dan Komitmen: Raker HIMA PAI Ciptakan Program Kerja Berkualitas
Mutiara Pagi: Jalan Kehidupan (Bagian 1712)
Kenali 12 Tipe Mahasiswa: Dari MAPAN Hingga JOMBLO, Kamu yang Mana?
Wow Bakal Ada Kereta Bawah Tanah di Bali, Kini Mulai Dibangun