Beberapa Fakta Menarik Suku Sunda, Ramah hingga Humoris

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 12 Juli 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi Suku Sunda (Dok. chantikanizz)
Ilustrasi Suku Sunda (Dok. chantikanizz)

Journalnusantara.com - Indonesia memiliki ragam suku bangsa, mulai dari Aceh hingga Papua. Ada Gayo, Batak, Minang, Palembang, Jawa, Batak, Bugis, Lombok, Asmat, hingga Sunda.

Suku Sunda misalnya memiliki beberapa fakta menarik dari mulai ramah hingga humorisnya.

1. Suka makan lalapan dan sambal

Beberapa penelitian sosiologi mengungkap bahwa kebiasaan mengkonsumsi lalapan oleh orang sunda tak lepas dari budaya, tradisi, karakter masyarakat serta letak geografis dan keadaan alam tanah Jawa Barat yang dikelilingi oleh pegunungan.

Hal inilah yang menjadikan daerahnya begitu subur. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh tanpa banyak masalah di tanah Sunda.
Keadaan alam yang dingin khas daerah pegunungan akhirnya membuat orang Sunda berupaya membuat

Cabai, yang relatif mudah ditemukan dan mudah tumbuh di tanah Sunda menjadi pilihan untuk diolah menjadi sambal.
Oleh karena itu jangan heran jika berkunjung ke rumah makan Sunda anda akan dengan mudah menemukan menu lalapan dengan sambal Sunda yang terkenal pedas.

2. Tradisi makan bersama

Bagi orang Sunda, kebiasaan makan bersama ini sangat familiar, baik di antara keluarga, teman, atau saudara. Istilahnya pun beragam, ada bancakan, botram atau papahare.

Bancakan artinya kegiatan menyantap makanan secara bersama-sama yang makanannya itu diletakkan di atas wadah berupa nyiru atau tampah menggunakan alas daun pisang.

Nasi dihidangkan dengan beberapa lauk pendamping seperti lalapan, urap, sambal, tahu, tempe, ayam, dan lain-lain. Kebiasaan ini dilakukan dalam rangka selamatan seperti tasyakuran ulang tahun.

Sementara botram yaitu kegiatan makan bersama secara lesehan dengan alas daun pisang dilengkapi lauk pauk mirip bancakan, hanya saja tempatnya lebih fleksibel bisa di sembarang tempat. bisa di teras, saung, atau taman, dan biasanya dilakukan bersama tetangga, atau teman-teman.

Sedangkan papahare juga hampir sama dengan botram, kegiatan makan berjamaah di satu tempat yang direncanakan (bukan di restoran).

Setiap orang membawa makanan sendiri-diri dari rumah kemudian bisa disantap dan saling bertukar lauk dengan yang lain dan alat makannya tidak harus memakai daun pisang, bisa menggunakan piring.

3. Sopan, ramah, dan murah senyum

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Ketawadhuan KH Miftachul Akhyar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB
X