Journalnusantara.com - Indonesia memiliki ragam suku bangsa, mulai dari Aceh hingga Papua. Ada Gayo, Batak, Minang, Palembang, Jawa, Batak, Bugis, Lombok, Asmat, hingga Sunda.
Suku Sunda misalnya memiliki beberapa fakta menarik dari mulai ramah hingga humorisnya.
1. Suka makan lalapan dan sambal
Beberapa penelitian sosiologi mengungkap bahwa kebiasaan mengkonsumsi lalapan oleh orang sunda tak lepas dari budaya, tradisi, karakter masyarakat serta letak geografis dan keadaan alam tanah Jawa Barat yang dikelilingi oleh pegunungan.
Hal inilah yang menjadikan daerahnya begitu subur. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh tanpa banyak masalah di tanah Sunda.
Keadaan alam yang dingin khas daerah pegunungan akhirnya membuat orang Sunda berupaya membuat
Cabai, yang relatif mudah ditemukan dan mudah tumbuh di tanah Sunda menjadi pilihan untuk diolah menjadi sambal.
Oleh karena itu jangan heran jika berkunjung ke rumah makan Sunda anda akan dengan mudah menemukan menu lalapan dengan sambal Sunda yang terkenal pedas.
2. Tradisi makan bersama
Bagi orang Sunda, kebiasaan makan bersama ini sangat familiar, baik di antara keluarga, teman, atau saudara. Istilahnya pun beragam, ada bancakan, botram atau papahare.
Bancakan artinya kegiatan menyantap makanan secara bersama-sama yang makanannya itu diletakkan di atas wadah berupa nyiru atau tampah menggunakan alas daun pisang.
Nasi dihidangkan dengan beberapa lauk pendamping seperti lalapan, urap, sambal, tahu, tempe, ayam, dan lain-lain. Kebiasaan ini dilakukan dalam rangka selamatan seperti tasyakuran ulang tahun.
Sementara botram yaitu kegiatan makan bersama secara lesehan dengan alas daun pisang dilengkapi lauk pauk mirip bancakan, hanya saja tempatnya lebih fleksibel bisa di sembarang tempat. bisa di teras, saung, atau taman, dan biasanya dilakukan bersama tetangga, atau teman-teman.
Sedangkan papahare juga hampir sama dengan botram, kegiatan makan berjamaah di satu tempat yang direncanakan (bukan di restoran).
Setiap orang membawa makanan sendiri-diri dari rumah kemudian bisa disantap dan saling bertukar lauk dengan yang lain dan alat makannya tidak harus memakai daun pisang, bisa menggunakan piring.
3. Sopan, ramah, dan murah senyum
Artikel Terkait
Ketawadhuan KH Miftachul Akhyar
Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Cianjur Panen Raya di Desa Wangunjaya
Jangan Sibuk dengan Urusan Orang Lain
Hijrah dan Strategi Pembangunan Masyarakat Islam Menuju Kemenangan
Peresmian Jalan Tol Cimanggis - Cibitung, dari Bogor ke Bekasi Gak Perlu Lewat Jakarta
Ketawadhuan Prof Quraish Shihab dan KH Afifuddin Muhajir
Agama Bukan Sumber Konflik, Tetapi Sumber Kedamaian
Kala Panglima TNI dan Kapolri Berikan Pembekalan bagi Calon Perwira Remaja Tahun 2024
KRI Alamang, Kapal Cepat dan Canggih Milik TNI Angkatan Laut
Tanam Pohon 2 Juta Pohon Selama 18 Tahun, Selamatkan Banyak Hewan dan Tumbuhan