Uskup Bogor Buka Layanan Kesehatan bagi Korban Gempa, Begini Kata Ketua GP Ansor Cianjur

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 19 Desember 2022 | 21:32 WIB

Journalnusantara.com - Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Muthmainnah yang bertempat di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, (17/12/2022). Kunjungan ini sebagai langkah silaturahim Keuskupan Bogor dengan para korban bencana Gempa Bumi Cianjur pada tanggal 21 November 2022 yang berkekuatan 5.6 SR tepat pukul 13:21:10 WIB dengan kedalaman 10 Km. Keuskupan Bogor telah ikut hadir melayani para korban melalui Pos Layanan Kemanusiaan Paroki St. Petrus Cianjur sejak 22 November 2022.

Pertemuan turut dihadiri Relawan Pos Layanan Paroki Santo Petrus Cianjur diantaranya yaitu Pastor Paroki dan Pastor Vikarius St. Petrus Cianjur Romo Bonefasius Budiman, OFM dan P. Gabriel Maing, OFM; Pemuda Katolik: Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat Edi Silaban, Ketua Pemuda Katolik Komcab Cianjur Alfian Syukur, dan Koordinator Lapangan Pos Layanan Kemanusiaan St. Petrus Cianjur Dionisius Indarintoko, WKRI beserta jajaran relawan.

Uskup Bogor Sambangi Desa Sarampad tiba di Desa Sarampad pada pukul 09.45 WIB Uskup Bogor disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muthmainnah, H. Deden Abdurahman Zuhdi. Lalu rombongan bergerak mengunjungi salah satu tenda yang digunakan oleh Tim Psikososial dari Pos Layanan Kemanusiaan St. Petrus Cianjur.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Presiden Jokowi Wanti-Wanti Panglima TNI

Dalam kesempatannya Uskup Bogor berinteraksi melakukan kegiatan trauma healing anak dengan bernyanyi bersama. Setelah selesai berinteraksi beliau berkesempatan meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Sarampad.

Memasuki sesi silaturahim, Mgr. Paskalis Bruno Syukur menuturkan “Saya sungguh mau menyampaikan bahwa Gereja tidak membiarkan Pak Haji dan masyarakat sendirian disini menghadapi musibah ini. Musibah ini boleh dikatakan musibah nasional, namun secara khusus kami juga ikut merasakannya dan meringankan beban saudara yang mengalami sejauh kemampuan kami," terangnya.

Dengan kolaborasi, lanjut Uskup Bogor, Pemuda Katolik dan GP Ansor cita-cita itu bisa terwujud. Ada banyak bantuan dari berbagai pihak baik secara finansial, medis, material, maupun dukungan psikososial untuk meringankan beban saudara-sudara kita yang terdampak gempa.

“Hal ini menjadi salah satu cara kita untuk mengesampingkan perbedaan dan mengedepankan kemanusiaan. Terima kasih kepada Kiyai Haji Deden karena telah memfasilitasi kehangatan ini, terima kasih untuk semua pihak yang terlibat sehingga bisa melakukan karya kemanusiaan ini dengan keteraturan dan berguna bagi warga terdampak,” ucap Uskup Bogor.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muthmainnah, H. Deden Abdurahman Zuhdi menyampaikan rasa terima kasih mewakili warga masyarakat atas partisipasi dan dukungan yang telah diberikan kepada masyarakat dan berharap bahwa kerja sama tersebut dapat terus berlanjut. “Semoga kedatangan Uskup beserta rombongan menjadi berkah untuk kami, semoga kunjungan ini menjadi berkelanjutan,” sambut Haji Deden.

Baca Juga: Top Skor dan Sepatu Emas Piala Dunia dari Masa ke Masa

Hari pertama, lanjut Haji Deden, setelah gempa ada sekitar 7 warga yang meninggal dunia, terdapat 7 anak santri patah tulang. “Hari kedua yang terluka tidak tahu jumlahnya, setelah di periksa tim medis ada 200 lebih yang luka, bahkan ada nenek yang mendapatkan 10 jahitan yang diberikan layanan medis oleh rekan-rekan pos layanan bersama Pak Alfian,” imbuhnya.

Ketum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi dan setelah peristiwa gempa terjadi dirinya langsung meminta kepada Ketua Komda Jabar untuk bisa mendirikan pos kemanusiaan.

“Ada semangat untuk cepat bangkit. Puji Tuhan hal itu bisa dilakukan. Saya rasa dimana pun tempatnya semua sama gotong royong tanpa melihat satu dan lain hal ini sangat penting. Kehadiran kami disini sebagai wujud nyata gotong royong kita menghadapi situasi ini. Saya berpikir komunikasi dan kerja sama ini akan terus di bina,” tutur Gusma.

Senada dengan hal tersebut, Pastor Paroki Gereja Katolik St. Petrus Cianjur, Romo Bonefasius Budiman, OFM menuturkan peristiwa kedukaan dan kesedihan yang ada disini juga merupakan kedukaan dan kesedihan bagi kita semua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X