"Kita terus lakukan berbagai upaya agar Cianjur itu benar-benar kota santri. Gudangnya ulama," imbuhnya menegaskan.
Sejauh ini, tak sedikit masyarakat yang mengenal tempat lokalisasi bernama Gadog di Kabupaten Cianjur. Lokalisasi itu berada di Desa Gadog, Kecamatan Cipanas.
"Sekarang Cianjur semakin baik. Lihat ke Gadog. Gadog sudah bagus. Di kuburan Cina (pemakaman nonmuslim di Jalan Perintis Kemerdekaan) katanya ribuan, cek ke sana atuh, ada ribuan enggak? Ribuan itu banyak atuh," tegasnya.
Baca Juga: Viral, Makna Jorok 5353 di TikTok, Dipakai Hanya untuk Orang Dewasa
Herman menyebut tempat lain yang sekarang mesti diwaspadai dijadikan tempat transaksi seksual adalah indekos. Transaksinya diduga dilakukan secara online.
"Sedih saya mendengar seperti itu. Saya sekarang sedang mengkaji dengan bagian hukum teknisnya bagaimana. Contohnya saja kawin kontrak. Ini kan terjadi di Kabupaten Cianjur. Makanya kita membuat peraturan bupati (larangan kawin kontrak). Di tempat lain kan belum ada. Ini dalam rangka apa? Dalan rangka supaya Cianjur benar-benar menjadi kota santri," tutup Herman.
Hingga saat ini pemerintah daerah Kabupaten Cianjur bersama alim-ulam terus berupaya menjadikan Cianjur sebagai kota Santri.
Artikel Terkait
Rumah Zakat Gelar Diskusi Keutamaan Respon Darurat Kemanusiaan di Kwarcab Cianjur
Joe Biden Sahkan UU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis
Bonge Citayam Fashion Week, Kini Pilih Piara Ikan Channa
Sosok Pengamanan di Pernikahan Kaesang-Erina Menjadi Pusat Perhatian, Mirip dengan Oh Sehun
Susunan Pemain Bali United vs Borneo FC di BRI Liga 1 Pekan ke-15
Doni Salamanan Terancam 4 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Memiliki KK dan KTP Baru, Warganet Heboh
Alumni MAN Cipasung Tasikmalaya 2001, Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Cianjur
Presiden Jokowi Keluarkan Aturan Perpajakan, Pelaku Tindak Pidana Perpajakan akan Diumumkan di Media Masa
Kanker Serviks Penyakit Mematikan Nomor 2 di Indonesia