Journalnusantara.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kabupaten Sumedang resmi melaporkan Faizal Assegaf ke Polres Sumedang.
Pelaporan tersebut atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan FA melalui akun twitter atas nama @faizalassegaf, Kamis (10/11/22).
Postingan melalui akun twitter tersebut merupakan ujaran kebencian dan diduga menimbulkan rasa kebencian individu kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan golongan (SARA).
Cuitan twitter Terlapor yang diduga mengandung ujaran kebencian sebaimana dikutip sebagai berikut:
1). Staquf gagal merekonstruksi tudingan ’pengungsi’ yang dialamatkan pada Habaib.
potongan-potongan sejarah yang disodorkan tidak berbasis data yang dapat dikonfirmasi secara utuh dan valid, hanya kebencian. Tentu, pertunjukkan kebodohan tersebut akibat dari terjebak pada watak politik destruktif.
*FA*
2). Wajar bila memicu reaksi kalangan habaib di berbagai daerah. Menyoroti fenomena kebencian pd habaib yg disponsori KETUM PBNU. Ormas yang dulu ngebeng pd pemikiran cemerlang & pengaruh para tokoh habaib, kini dibajak utk membenci habaib. itu hak anda, tapi ada konsekuensinya.
*FA*
3) Dedengkot NU Yahya Staquf hina habaib sebagai pengungsi, Menag Yaqut benturkan Islam & budaya, kini LD PBNU desak bubarkan Wahabi. Rangkaian kejahatan politik bertopeng agama tsb, menegaskan ormas NU telah dibajak sbg alat kepentingan politik. Harus dilawan oleh umat Islam !
*FA*
4). Ormas NU bukan rujukan mutlak umat Islam. Sebatas ormas, sama dengan ormas lainnya. Klaim terbesar & paling berjasa, hanya omong kosong !
Fakta membuktikan terlalu banyak perilaku hipokrit & kebobrokan yg kalian buat. Watak berorganisasi yang kalian pamerkan jauh dari akal sehat.
*FA* .
5). Sentrum anti Arab oleh loyalis Ketum PBNU Yahya Staquf berpusat di Jateng & Jatim. Tdk di Maluku, Aceh, Makasar, Padang, dll. Propoganda pengusiran warga keturunan Arab tersebut menyebut ormas NU membantai PKI & mengklaim tokoh komunis Muso penghafal Al Quran. Aneh!
*FA*
6) Berbagai data yg dihimpun, Loyalis Ketum PBNU & Menag makin agresif menyerang habaib & Arab secara brutal. Alasannya penjaga NKRI. Justru tudingan Islam agama pendatang, secara esensi telah membubarkan NKRI. Sebab tanpa Islam mana bisa berbagai daerah dapat bersatu mendirikan NKRI ?
*FA*
Aris Hidayatulloh,selaku ketua LBH Ansor Sumedang menilai bahwa cuitan unggahan dari akun Twitter @Faizalassegaf jelas adalah ujuaran kebencian.
"Cuitan tersebut di luar kategori kebebasan berpendapat, yang mendapatkan jaminan perlindungan konstitusional," tegasnya.
Sebaliknya, yang dilakukan FA sudah memenuhi unsur-unsur delik pidana penyampaian ujaran kebencian yang dapat menimbulkan permusuhan antar golongan," ucapnya.
Aris menambahkan, pelaporan pidana atas tindakan FA adalah kewajiban kami, dan ini salah satu bentuk tanggungjawab konstitusional kami untuk menegakkan hukum dan keadilan, serta untuk turut serta merawat ketenteraman di tengah-tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Menjelang Pilpres 2024, Netizen Usulkan Puan Maharani Jadi Presiden Korea Selatan, Nah lho?
Belgia Umumkan Skuad Piala Dunia 2022 Qatar, Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku Jadi Tumpuan
Tim Panjat Tebing Kembali Tambah Raihan Medali Emas Dalam Kontingen Kabupaten Bogor
Penemuan Empat Mayat di Kalideres Diduga Kelaparan, Tetangga: Mereka Kerap Mengurung Diri
Sadar akan Potensi, Lakpesdam NU Cianjur Ajak Intelektual Muda Konsisten Kaderisasi
Tito Karnavian Resmikan Tiga Provinsi di Papua, Indonesia Kini Bertambah Menjadi 37 Provinsi
WAJIB Simak, Jadwal Lengkap dan Enam Syarat Penting Nonton WSBK Mandalika 2022
Pemerintah Indonesia Resmikan 3 DOB Baru di Papua, Total Menjadi 37 Provinsi, Berikut Daftarnya
Jadwal Indosiar Hari Ini, Friendly Match Persib Bandung vs FC Bekasi City dan D'Academy 5
Timor Leste, Negara Bekas Provinsi Indonesia yang Kini Jadi Anggota Baru ASEAN