Journalnusantara.com, Cianjur - Kejadian gempa Cianjur, Jawa Barat, membuat kesedihan yang mendalam pada banyak orang khususnya bagi anak-anak, seperti kehilangan orang-orang tersayang, traumatik, kehilangan tempat tinggal hingga banyak hal.
Namun saat ini Pemerintah akan memprioritaskan perhatian kepada anak-anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tua, hingga tercatat 30 anak menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya meningga dunia akibat Gempa Bumi yang berkekuatan Magnitudo 5,6.
Baca Juga: Geger! Ditemukan Dugaan Aliran Sesat, Berdoa Bareng Anjing dan Dzikir Terbalik
Sekretaris Dinas Sosial Dindin Amaludin, mengungkapkan setelah melihat dari pendataan korban Gempa Bumi sementara saat ini telah tercatat 105 anak yang kehilangan satu orang tuanya, baik dari ibu atau ayahnya. namun ada juga yang kehilangan keduanya hingga menjadi anak yatim piatu.
"Total ada 135 anak yang kehilangan orangtuanya, 105 anak jadi yatim atau piatu, dan 30 menjadi anak yatim piatu karena ibu dan ayahnya meninggal akibat Gempa Bumi, baik karena tertimpa puing bangunan yang ambruk atau longsor yang terjadi pascagempa," ungkap Dindin dilansir infocianjur.
Baca Juga: Catatan 1 Tahun Menuju Hari-H Pemilu 2024
Selain itu, Dindin pun mengatakan adanya 30 anak yang berstatus yatim dan piatu karena terdampak akibat Gempa Bumi.
"Jadi ada yang memang sebelum kejadian Gempa Bumi orangtuanya sudah meninggal dunia dan sekarang tempat tinggalnya terdampak," ujarnya.
Anak-anak yang orangtuanya meninggal akibat Gempa Bumi akan menjadi lebih diperhatikan khusus oleh pemerintah, ia sudah berkoordinasi dengan setiap dinas untuk memprioritaskan anak-anak yatim piatu.
"Sudah pasti akan menjadi perhatian kita di pemerintah, Bahkan jika perlu nanti akan dijadikan anak angkat, sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk korban Gempa Bumi, terutama anak-anak yang kehilangan orangtuanya," tuturnya menerangkan.