Journalnusantara.com - Gempa Cianjur pada hari Senin, 21 November 2022 pukul 13.20 WIB dengan kekuatan 5.6 skala richter berdampak pada berbagai aspek sendi kehidupan.
Banyak bangunan hancur dan korban jiwa berjatuhan. Tidak hanya itu, gempa Cianjur mengakibatkan banyaknya korban mengalami sakit ringan, sedang, dan berat.
Adalah seorang anak bernama Andi, usia 17 tahun, anak ke-6 dari 6 bersaudara, warga Kampung Salamuncang, RT 01 RW 04, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, hanya bisa terbaring lemas tak berdaya.
Pasalnya, Andi sejak lahir menderita hydrocepalus. Yaitu penyakit penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak.
Baca Juga: PMII Unsur Cianjur Tegaskan Siap Kawal Kasus Kekerasan Seksual
Pada bayi dan anak-anak, penyakit Hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.
Karena kampungnya porak poranda, kini Andi bersama keluarga dan warga di daerah tersebut terpaksa mengungsi dan bernaung di bawah tenda darurat.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Sebut Golkar Sudah Resmi Umumkan Calon Presiden, Siapa Dia?
Orangtua Andi bermama Bapak Uloh dan Ibu Aisah mengatakan bahwa bantuan sempat mampir ke pengungsiannya, tetapi setelah itu tak ada lagi. Ia dan keluarganya berharap ada pihak yang bisa membantu persediaan bahan makanan juga obat-obatan.
"Kami keluarga ingin sekali membawa Andi berobat ke dokter. Tapi apa mau dikata, kondisinya tak memungkinkan," ujar Bapak Uloh dengan nada memelas.
Baca Juga: Awas! 108 Lembaga Pengelola Zakat Tidak Berizin, Ini Daftarnya