Journalnusantara.com, Cianjur - Bupati Kabupaten Cianjur, H. Herman Suherman, tidak terima wilayahnya disebut sebagai Kota Jablay, kota yang identik dengan dunia pelacuran.
Hal ini menjawab perihal ramainya di media sosial, disebutkan bahwa gempa Cianjur lantaran banyaknya jablay.
Diketahui, sebutan Jablay identik dengan dunia malam, dunianya perempuan lacur dalam mencari mangsa lelaki hidung belang.
Reaksi keras ini disampaikan langsung Bupati Cianjur H. Herman Suherman terhadap stigma negatif tersebut.
Baca Juga: Miss Internasional 2022 Sukses Digelar di Tokyo Jepang
"Orang menyatakan Cianjur adalah kota jablay. Saya enggak terima sebagai Bupati Cianjur. Kita bersama ulama dan umaro berjuang terus," tegas Herman dilansir medcom saat ditemui di komplek Pendopo Cianjur, Rabu (14/12/2022).
Herman juga tidak terima kalau Cianjur dianggap dipenuhi kalangan homoseksual.
Ia bakal menindak tegas ASN yang terang-terangan memunculkan identitasnya sebagai homoseksual.
"Dan ketika kemarin ada gay di kalangan ASN, saya mutasikan yang jauh. Kalau ada di instansi ada yang gay, saya akan pindahkan. Untuk apa? Agar jangan sampai melakukan hal itu lagi," tuturnya.
Herman sudah memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Cianjur mencari aturan sanksi kepegawaian bagi kalangan ASN yang menjadi homoseksual.
Baca Juga: Paul Pogba, Sosok Bersinar di Piala Dunia 2018, Tapi Tidak Masuk Skuad Piala Dunia 2022
Pasalnya, menurut Herman tak menutup kemungkinan di kalangan ASN di lingkungan Pemkab Cianjur ada yang mengalami kelainan seksual tersebut.
"Saya perintahkan ke BKD (BKPSDM) untuk cari aturan yang ASN melakukan gay ya, laki-laki dengan laki-laki, itu akan saya tindak sesuai peraturan perundang-undangan," katanya.
Penegasan sanksi, lanjut Herman, akan dimulai dari kalangan ASN terlebih dulu. Ke depan akan dipikirkan melakukan hal serupa terhadap masyarakat umum yang kedapatan menjadi homoseksual.