Journalnusantara.com, Cianjur - NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Cianjur membuka layanan kesehatan 24 jam. Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh tim kesehatan adalah di Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Hal tersebut dilakukan, sebagai ikhtiar dalam upaya memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat korban gempa.
Dalam pantauan kontributor NU Jabar Online di Cianjur, rata-rata warga yang datang memeriksa kesehatan adalah yang memiliki keluhan berbeda seperti pusing, lambung, demam, diare, batuk, pilek, nyeri sendi, dan lain sebagainya.
Koordinator klaster kesehatan NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Cianjur yang juga Sekretaris LKNU Cianjur, Elis Suryani mengatakan masyarakat pengungsi terdampak gempa dapat mendatangani pos pelayanan kesehatan untuk berkonsultasi atau mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma.
Baca Juga: 3 TV Nasional Bakal Siarkan Pernikahan Kaesang dan Erina
“Layanan kesehatan ini diberikan kepada masyarakat terdampak secara gratis. Aksi sosial ini juga dilakukan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter NU (PDNU), LKNU PBNU dr. Makky, LKNU PW NU Jawa Barat, tim tenaga kesehatan LKNU Jawa Tengah, dan lain-lain,” kata Elis.
Menurut Elis, adanya layanan kesehatan ini disupport penuh oleh NU Peduli Kemanusiaan Cianjur dan para donatur yang terus menerus memberikan bantuan khususnya obat-obatan.
“Kami akan terus memaksimalkan ikhtiar dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat korban gempa di Kabupaten Cianjur,” ujarnya menerangkan.
Salah satu warga bernama Tatang menyambut baik keberadaan posko kesehatan, yang dirasakan manfaatnya oleh para pengungsi untuk mengecek kesehatan maupun pengobatan.
Baca Juga: Bahaya, BMKG Sebut Muncul Sesar Cugenang Usai Gempa M 5,6 Cianjur
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, karena sudah memberikan pelayanan kesehatan secara gratis dan optimal,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Posko Induk NU Peduli Kabupaten Cianjur, Jamiludin yang akrab dipanggil Kang Jamil mengapresiasi dan mensupport penuh atas peran tim klaster kesehatan NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, pengecekan kebutuhan warga terdampak gempa, sudah beberapa pekan ini memang kondisi kesehatannya mulai terganggu dan kerap terserang penyakit. Karena mungkin akibat kurang minum air, tidur tidak normal, dan makan kurang teratur sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
“Kita sering melakukan kroscek juga ke tenda-tenda pengungsian dan mendengar keluhan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan, ya kita sambungkan dan buru-buru menerjunkan tim kesehatan,” tandasnya menjelaskan.
Seperti diketahui, update data hingga Ahad, 04 Desember 2022 pukul 17.00 WIB, dampak kejadian gempa Cianjur tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan perkantoran, rumah, toko, pondok pesantren dan masjid. Adapun korban meninggal 334 orang, luka-luka 593 orang, dalam pencarian 8 orang, dan pengungsi 114.683 orang.