daerah

Bupati Cianjur Diminta Berhentikan Sekda Karena Dinilai Sudah Melakukan Politisasi Kampus

Selasa, 11 Juli 2023 | 17:06 WIB
Kampus Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur (Istimewa)

JournalNusantara.com - Polemik pengangkatan ketua dan pengurus Yayasan Unsur sepertinya masih berlanjut. Hasil audiensi antara Sekda Cianjur selaku Ex. Officio Dewan Pembina dengan Aliansi Mahasiswa unsur Bersatu mendapat sorotan tajam.

Baca Juga: Pengamat Politik Ujang Komarudin, Cak Imin Berpotensi Jadi Cawapres Prabowo

Menurut Pengamat Cianjur yang juga alumni Universitas Suryakancana 2002, Unang Margana mengungkapkan bahwa Sekda sudah melakukan keputusan yang beresiko dan membahayakan Bupati Cianjur.

"Ketika Sekda mengutarakan statement bahwa dirinya menjamin dan bertanggungjawab bila terjadi politisasi kampus di tubuh Unsur. Justru sebetulnya dia sudah melakukan Politisasi kampus tersebut dimana telah menunjuk Ketua Partai Politik menjadi Ketua Yayasan". Ujar Unang Margana saat dihubungi JournalNusantara.com, Selasa (11/7/2023).

Baca Juga: Sekda Cianjur Siap Bertanggungjawab Bila Terjadi Politik Praktis di Tubuh Kampus Universitas Suryakancana

"Yang namanya pengurus Parpol ya pasti kental nuansa politik, emang tidak ada orang lain yang lebih tepat menjadi ketua yayasan?" Tegas Unang.

"Pengakuan Sekda yang sudah melakukan seleksi calon ketua yayasan juga patut dipertanyakan, kalau yang namanya seleksi minimal di rapatkan dengan perwakilan rektor atau universitas sebelum diputuskan, tidak elok diputuskan sepihak karena menyangkut masa depan pendidikan Cianjur," Tambahnya.

Baca Juga: 8 Tempat Ngopi Tebaik di Cianjur

Walau seleksi tersebut bersifat tertutup, tetap prinsip musyawarah harus diprioritaskan.

"Melihat gejolak yang saat ini terjadi sepertinya pihak yang bertanggungjawab adalah sekda selaku Ex, Officio. Bila masalah ini terus membesar dan semakin memanas maka saya minta kepada Bupati agar memberhentikan Sekda dari jabatannya karena dinilai sudah melakukan politisasi kampus." Pungkas Unang..*** 

Tags

Terkini