Journalnusantara.com, Kota Sukabumi - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul Gunungpuyuh Kota Sukabumi sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Digitalisasi dan Produktivitas Substantif Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menghadapi Era Disrupsi", di Aula Kampus pada hari Sabtu (17/06/2023).
Acara tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen STAI Syamsul Gunungpuyuh untuk terus berinovasi dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis. Seminar ini dihadiri oleh sejumlah pembicara yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.
Ketua Tim Datinmas Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Suwendi, M.Ag., yang dikenal memiliki keahlian dan pengalaman luas dalam pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia memberikan pengarahan seputar strategi dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menghadapi era disrupsi di sektor pendidikan Islam.
Baca Juga: Tingkatkan Kesehatan dan Pendidikan Warga Papua, Satgas Yonif 143/TWEJ Gandeng Dinkes dan Disdik
Selanjutnya, Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., yang dikenal sebagai pakar dalam bidang teknologi dan pendidikan tinggi, serta telah berkontribusi besar dalam penelitian dan pengembangan, memaparkan pandangannya mengenai pentingnya penerapan digitalisasi dan teknologi dalam mengoptimalkan produktivitas perguruan tinggi keagamaan Islam.
Turut hadir pula Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag., yang merupakan Direktur Pascasarjana STAI Syamsul 'Ulum sekaligus Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam presentasinya, Prof. Najib membahas tentang upaya dan langkah-langkah yang diambil oleh STAI Syamsul Ulum dalam menerapkan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pendidikan Islam.
Sebagai informasi, Seminar Nasional ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, praktisi, dan mahasiswa STAI Syamsul Ulum. Mereka antusias mengikuti rangkaian acara seminar, yang meliputi presentasi-paparan para pembicara, dan sesi tanya jawab.
Dalam presentasinya, Dr. H. Suwendi, M.Ag., mengatakan, bahwa seminar ini sangat relevan dengan perkembangan zaman dan perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Penerapan digitalisasi dan teknologi akan memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan produktivitas dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.
"Saya berharap peserta dapat memperoleh wawasan dan pemahaman yang mendalam melalui seminar ini, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan mereka masing-masing," ucapnya.
Selanjutnya, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin memberikan pandangannya mengenai pentingnya digitalisasi dalam menjawab tantangan disrupsi dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi dan digitalisasi akan memperluas aksesibilitas pendidikan, meningkatkan efisiensi, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi mahasiswa.
Baca Juga: Putri Pendidikan Jawa Barat 2023, Nanda Resti Fauzi Bicara Pentingnya Edukasi
"Perguruan tinggi keagamaan Islam perlu beradaptasi dengan cepat dan mengikuti perkembangan teknologi. Melalui digitalisasi, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan memberikan mahasiswa keterampilan yang relevan dengan tuntutan masa depan," ujar Prof. Laode Masihu Kamaluddin.
Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag., Direktur Pascasarjana STAI Syamsul Ulum, dalam presentasinya mengungkapkan upaya yang telah dilakukan oleh STAI Syamsul Ulum dalam menerapkan digitalisasi dan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Dirinya menjelaskan tentang pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi, pelatihan bagi dosen dalam memanfaatkan teknologi, serta investasi dalam infrastruktur digital yang memadai.