JournalNusantara.com - Sejumlah pelajar SMP di Cianjur mengalami bullying oleh sesama pelajar SMP beda sekolah di Komplek Vila Green Apel Blok M 22 Desa Sindanglaya Kec.Cipanas Kab.Cianjur. Video kejadian tersebut saat ini viral di media sosial karena terlihat para korban mendapat tendangan sampai cium kaki.
Baca Juga: Pemerintah Harus Menertibkan Pelaku Usaha Arisan Demi Kemanan Anggota Nasabah
Kapolsek Pacet AKP Hima Rawalasi mengungkapkan bahwa sekitar hari Rabu tanggal 14 Mei 2023 sekira jam 11.00 kurang lebih 17 orang pelajar yang terdiri dari 15 orang siswa SMP Al Mansuriyah Kec.Cilaku dan 2 orang siswa SMP Al Azhari berangkat menuju Cipanas dengan menumpang truk Semen untuk merayakan kelulusan sekolah.
Ketika sampai pasar Cipanas dihentikan oleh para pelajar yang belum diketahui asal sekolahnya.Dikarenakan merasa ketakutan para pelajar yang menumpang truk tersebut turun dari truk berpencar dan sebagian melarikan diri ke arah Vila Green Apel.Ketika bersembunyi di komplek Vila Green Apel tepatnya di Blok M 22 para pelajar yang melarikan diri tersebut tiba tiba di datangi oleh para pelajar yang berasal dari Cipanas dan dikumpulkan serta mendapat perlakukan kekerasan diantaranya dengan ditendang bagian kepala,dipukul memakai sabuk,di push up dan disuruh mencium kaki.
Baca Juga: RTAR-1, Akbar Herdi Syahbani Pimpin PMII Rayon FEBI Unsur
Adapun para korban perundungan yaitu Rhl, Fd, Fhr, Fkr, Ald, Rhn siswa SMP Al Mansuriyah, 2 Tidak di kenal siswa SMP Al-Azhari.
“Hari Sabtu sekira jam 01.30 WIB 1 (satu) orang pelaku berinisal Jbr berhasil diamankan di Sekitran Zodiak. Kemudian sekitar jam 02.00 WIB 3 (tiga) orang anak MR, PN, AR dapat diamankan di Wilayah Villa Green Apple garden. ” Terang Kapolsek Pacet Hima Rawalasi.
Kejadian perundungan yang kini viral ini membuat masyarakat Cianjur merasa prihatin. Seperti yang diungkapkan Idan Ramdan, Politisi Partai Demokrat Cianjur yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
“Dalang pelaku bullying khususnya yang memberi intruksi cium kaki harus di periksa psikologisnya, cari penyebab pelaku sehingga memiliki karakter kurang terpuji. Tugas kita mencegah agar masalah ini tidak terulang kembali. Sekolah harus memberi bimbingan dan perharian khusus kepada para siswa tersebut agar bisa berprilaku lebih baik”. Ujarnya.***