Journalnusantara.com, Cianjur - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Cianjur Masa Khidmat 2023-2027 punya nakhoda baru dan resmi dikukuhkan siang hari ini, di Aula Annahdlah PCNU, Nomor 99, Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Selasa (23/05/2023).
Ketua STISNU Cianjur terpilih, Dr. H. Aguslani Mushlih, M. Ag., mengatakan bakal berupaya menjadikan kampus dengan moto juang mewujudkan STISNU Cianjur sebagai kampus Harokah bermanhaj Ahlusunnah Waljamaah Annahdliyyah.
"Makna Harokah di sini adalah singkatan dari harmoni, amanah-akuntabel, ramah, objektif, kolaboratif, adaptif-akomodatif, dan humanis," kata H. Aguslani kepada wartawan melalui pesan singkat whatsapp.
Doktor lulusan Universitas Nusantara (Uninus) Bandung ini menjelaskan makna Harmoni adalah mewujudkan tata kelola kampus yang bersinergi penuh dengan kebersamaan.
Baca Juga: DEMA STISNU Cianjur Gandeng GMNNU Jalankan Aksi Sosial Bersama Penyintas Gempa
"Adapun amanah - akuntabel yaitu berikhtiar mewujudkan kampus STISNU yang berbasis regulasi. Seluruh aktivitasnya dipandu oleh regulasi dan kebijakan yang dapat dipertanggung jawabkan," terangnya.
Ia menambahkan, makna ramah yaitu mewujudkan kampus yang ramah lingkungan, ramah dunia flora dan fauna, ramah terhadap mahasiswa, ramah bukan bermakna rajin menjamah, tapi mampu menjadi kampus rahmatan lil'alamin.
"Untuk makna objektif yaitu STISNU Cianjur akan selalu mengawal nilai-nilai kejujuran, objektivitas akademik maupun objektif dalam pengelolaan administrasi," bebernya.
Kepala Balai Diklat Kemenag Wilayah Kerja Jawa Barat ini menyampaikan, makna kolaboratif yaitu dalam mengawal STISNU Cianjur ke depan, Insya Alloh akan selalu membangun kerjasama dengan pihak kedua maupun pihak ketiga terutama yang bersentuhan langsung dengan kepentingan program studi.
"Karena STISNU Cianjur baru punya satu prodi hukum Ekonomi Syari'ah, maka kerjasama itu bisa dengan pengadilan (Umum/Agama), BAZNAS, Kemenag, Pemda, PTKIS yang senafas, Pondok Pesantren dan lembaga lainnya," tuturnya.
Sementara itu, masih kata H. Aguslani, makna adaptif - akomodatif itu bahwa STISNU Cianjur akan selalu ajeg dengan qaidah Almuhafazhoh Ala Qodimissholih Wal Akhdzu Biljadidil Ashlah, yaitu memelihara nilai-nilai lama yang masih layak pakai dan selalu beradaptasi bahkan mengadopsi nilai-nilai baru yang lebih baik dan mashlahat.
Baca Juga: Perpustakaan STISNU Cianjur Semakin Nyaman, Ini Tanggapan Mahasiswa
"Terakhir yaitu humanis dimaknai bahwa sebagai Ketua STISNU Cianjur saya bersama para wakil dan seluruh civitas akademika akan selalu mengedepankan aspek kemanusiaan secara adil berdasarkan prinsip dan nilai Pancasila," tandasnya dengan nada semangat dan optimis.