Journalnusantara.com, Cianjur - Sebagai pelajar, memilih aktif berorganisasi tentu menjadi nilai plus tersendiri. Dalam hal ini, bergabungnya para pelajar ke organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) atau Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menjadi modal awal dan mendasar dalam mengenal jenjang kaderisasi di organisasi keagamaan, sosial dan kemasyarakatan terbesar di dunia yaitu NU dengan paham Ahlusunah Waljama'ah Annahdliyyah.
"Mengenal Islam yang Rahmatan lil 'aalamiin melalui NU secara jam'iyyah dan jamaah. Islam yang moderat, Islam yang bersatu di tengah-tengah perbedaan," kata Mulyawan Tirta Supraja yang akrab dipanggil Kang Tirta, salah satu pembina PK IPNU-IPPNU Pesantren Al-Ittihad Cianjur, Rabu (05/04/2023).
Baca Juga: Runner Up 1 Putri Hijab Jatim 2021 Ungkap Pentingnya Manajemen Waktu di Bulan Ramadhan
Menurut Magister lulusan Universitas Islam Nusantara Bandung ini mengatakan, begitu banyak dan besar manfaat yang akan didapatkan, tatkala para pelajar dan santri di sebuah lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren dan sekolah jika ikut bergabung dalam organisasi IPNU dan IPPNU.
"Tentu manfaatnya banyak sekali, di antaranya yaitu sebagai kader-kader penjaga warisan tradisi para ulama dan kiai di bumi Nusantara secara umum, khususnya tradisi di lingkungan pesantren," ucap Ketua Yayasan As-Syakir Ciranjang tersebut.
Kang Tirta menegaskan, sudah saatnya kaum pelajar dan santri milenial bergabung dengan IPNU dan IPPNU, organisasi pelajar yang sudah jelas nilai manfaat dan mashlahatnya untuk pribadi, keluarga, masyarakat, agama dan negeri tercinta ini.
Baca Juga: 10 Kampus Paling Diminati dalam SPAN-PTKIN 2023
"Bangsa kita saat ini, sangat membutuhkan generasi-generasi penerus yang berperilaku lokal berwawasan global," sambungnya menerangkan dengan gamblang.
Lantas, kang Tirta menyampaikan, layaknya mencari ilmu yang tak kunjung menepi, demikian pula dengan kaderisasi, selesai di IPNU dan IPPNU, maka lanjutkanlah ke jenjang kaderisasi yang 'satu warna'.
"Yaitu setelahnya masuk ke Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di tingkat perkuliahan, GP Ansor Banser Rijalul Ansor di level kepemudaan, sampai ke banom dan lembaga-lembaga yang ada di perkumpulan NU, baik di tingkat anak ranting, ranting, anak cabang, cabang, wilayah atau pusat," tandasnya dengan nada penuh semangat.
Baca Juga: Respon Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia, Wapres RI: Kita Ambil Hikmahnya