daerah

LPTQ Cianjur Gandeng Lintas Sektor Matangkan Persiapan MTQH XLVIII di Pagelaran

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:30 WIB
LPTQ Cianjur matangkan persiapan MTQH XLVIII. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Rencana pergelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits tingkat kabupaten memicu Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Cianjur untuk segera merapatkan barisan dengan berbagai instansi strategis.

Keinginan mewujudkan syiar Islam yang megah sekaligus melahirkan generasi Qur'ani melatarbelakangi pelaksanaan rapat koordinasi berskala besar di Aula Bale Praja.

Langkah ini diambil guna menyatukan visi para pemangku kepentingan demi meminimalisasi kendala teknis di lapangan.

Hasil dari pertemuan lintas sektor yang melibatkan Forkopimda, OPD, hingga dunia perbankan tersebut melahirkan kesepakatan strategis terkait pembagian tugas penunjang acara.

Sinergi ini berdampak langsung pada pematangan sistem pengamanan, rekayasa lalu lintas, kesiapan fasilitas medis, hingga pengelolaan kebersihan di Kecamatan Pagelaran yang ditunjuk sebagai tuan rumah.

Kehadiran ribuan kafilah dan penonton diproyeksikan akan mendongkrak perputaran roda ekonomi para pelaku usaha mikro di wilayah selatan tersebut.

Ketua Umum LPTQ Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin menyebutkan bahwa kesuksesan agenda religius ini tidak dapat bersandar pada kerja kepanitiaan semata.

"Bahwa keberhasilan hajatan besar tersebut memerlukan sokongan penuh dari seluruh lapisan birokrasi dan elemen warga," ujarnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Panitia MTQH XLVIII U Awaludin menegaskan urgensi dari konsolidasi dini yang mereka lakukan.

"Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menyusun langkah strategis, serta memperkuat komitmen bersama dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQH XLVIII sebagai syiar Islam dan wahana pembinaan generasi Qur'ani di Kabupaten Cianjur," kata Awal.

Imbas positif dari keterlibatan aktif badan usaha dan dinas pekerjaan umum memastikan sarana infrastruktur di lokasi perlombaan akan terpenuhi secara optimal sebelum hari pelaksanaan.

Berdasarkan analisis kesiapan, seluruh instansi vertikal kini mulai bergerak menyiapkan akomodasi serta pelayanan bagi para dewan hakim dan tamu undangan.

Kesimpulan dari persiapan terintegrasi ini menunjukkan bahwa MTQH bukan sekadar kompetisi seni membaca kitab suci, melainkan momentum pemulihan ekonomi daerah dan penguatan karakter sosial.

Komitmen bersama yang digalang lintas sektor menjadi modal utama yang menjamin pergelaran tahunan ini dapat berjalan tertib dan aman.

Halaman:

Tags

Terkini