JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Cianjur bersama Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) Ke-48 tingkat Kabupaten Cianjur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan ajang keagamaan terbesar di daerah tersebut. Kegiatan yang rencananya akan digelar di Kecamatan Pagelaran itu kini memasuki fase hitung mundur dengan waktu persiapan yang tersisa kurang lebih satu bulan.
Pengarah Panitia Pelaksana MTQH Ke-48 Kabupaten Cianjur, Mohammad Toha, menegaskan bahwa seluruh unsur panitia harus bekerja secara maksimal dan terukur agar pelaksanaan MTQH dapat berjalan sukses sesuai harapan. Menurutnya, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menyusun agenda kerja yang jelas dan target yang terukur.
"Kurang lebih satu bulan lagi pelaksanaan MTQH Ke-48 akan berlangsung. Oleh karena itu, seluruh panitia harus bergerak cepat, melakukan hitung mundur pekerjaan, serta memastikan setiap tahapan persiapan berjalan sesuai rencana," ujarnya. Setiap bidang kepanitiaan diminta meningkatkan koordinasi serta memastikan seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis dapat dipenuhi tepat waktu.
Ia menambahkan, MTQH bukan sekadar agenda perlombaan tahunan, tetapi memiliki misi yang jauh lebih besar, yakni menyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits kepada masyarakat luas. Melalui penyelenggaraan MTQH, diharapkan semangat masyarakat dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an semakin meningkat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur, yakni negeri yang baik, aman, sejahtera, serta mendapat ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. MTQH harus menjadi momentum syiar Islam yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Selain membawa misi syiar, MTQH Ke-48 juga menjadi ajang penting bagi Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pengalaman pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bandung menjadi modal berharga bagi LPTQ Cianjur dalam melakukan pembenahan. Pada ajang tersebut, kontingen Kabupaten Cianjur berhasil menunjukkan peningkatan prestasi dan memperbaiki posisi peringkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Keberhasilan itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus pelayanan kepada para kafilah. Tidak hanya itu, keberhasilan penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) tingkat kabupaten juga menjadi bahan evaluasi penting untuk menyempurnakan penyelenggaraan MTQH tahun ini.
Panitia diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai kekurangan pada kegiatan sebelumnya, mulai dari aspek pelayanan peserta, kesiapan venue, konsumsi, akomodasi, hingga dukungan fasilitas penunjang lainnya. Evaluasi ini dilakukan secara menyeluruh demi memastikan kualitas acara tahun ini jauh lebih baik.
"Kita harus belajar dari pengalaman. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan yang masih kurang harus diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah serta meningkatkan prestasi Kabupaten Cianjur di tingkat provinsi," ungkap Mohammad Toha.
Dalam kesempatan tersebut, persoalan anggaran juga menjadi salah satu perhatian utama. Panitia menyadari bahwa penyelenggaraan MTQH membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan. Karena itu, panitia didorong untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta serta para pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan syiar Islam di Kabupaten Cianjur.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar penyelenggaraan MTQH tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga mendapat dukungan dari masyarakat luas. Pada kesempatan persiapan ini, dilaporkan bahwa Tim Pak Agus menyatakan kesiapannya untuk ikut berpartisipasi dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan MTQH Ke-48. Dukungan tersebut diharapkan mampu menambah semangat panitia sekaligus memperkuat pendanaan kegiatan.
"Kami mengapresiasi setiap bentuk dukungan dari masyarakat maupun dunia usaha. Sinergi ini sangat penting agar MTQH Ke-48 dapat berlangsung lebih meriah, berkualitas, dan memberikan manfaat yang luas," ujarnya.
Secara teknis, MTQH Ke-48 Kabupaten Cianjur akan mempertandingkan sekitar 14 cabang perlombaan. Berbagai cabang tersebut akan menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang tilawah, tahfidz, tafsir, hadits, serta cabang-cabang lainnya. Meski waktu persiapan relatif singkat, panitia tetap berkomitmen memberikan penghargaan dan apresiasi yang layak kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi.
Bendahara panitia bersama seluruh jajaran kepengurusan saat ini terus berupaya mengelola anggaran secara efektif dan efisien agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat terpenuhi, termasuk penyediaan hadiah maupun stimulus bagi para juara di setiap cabang perlombaan. Panitia optimistis, dengan kerja keras, kebersamaan, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, penyelenggaraan MTQH Ke-48 tingkat Kabupaten Cianjur akan berlangsung sukses dan mampu menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan prestasi daerah.