JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur mempublikasikan pencapaian positif terkait performa pelayanan publik mereka sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat periode Januari hingga Maret, instansi pemerintah tersebut sukses mengantongi nilai indeks kumulatif sebesar 82,02.
Angka capaian yang masuk dalam kategori sangat baik ini menjadi representasi konkret dari kualitas interaksi dan keseriusan aparat dalam melayani warga.
Mengenai pencapaian tersebut, manajemen instansi mengungkapkan bahwa lembar evaluasi ini menjadi potret riil dari intensitas komunikasi yang terbangun bersama publik selama sekuartal berjalan.
Melansir dari akun resmi Instagram @disbudpar.cianjur, pihak internal sangat mengapresiasi kejujuran serta kesediaan waktu yang telah dialokasikan oleh para responden guna memberikan penilaian objektif terhadap performa kerja mereka secara menyeluruh.
"Keterlibatan aktif dari warga ini dinilai krusial untuk menjaga akuntabilitas instansi ke depan," unggah akun tersebut dikutip Journalnusantara.com, pada Kamis (21/5/2026).
Dalam pelaksanaan penjejakan opini tersebut, panitia mengumpulkan sampel data yang tersebar merata dari lima titik destinasi dan pusat layanan utama di wilayah ini.
Area yang menjadi objek penilaian meliputi layanan Kebun Raya, Kawasan Wisata Cikundul, Kawasan Wisata Budaya, Kawasan Wisata Gunung, serta Kawasan Wisata Jangari, di mana masing-masing lokasi menyumbang tepat 50 responden.
Dari total keseluruhan jajak pendapat yang masuk, mayoritas mutlak sebanyak 243 pengguna layanan menyatakan kepuasan mereka terhadap respons petugas di lapangan.
Bila ditinjau secara mendalam berdasarkan komponen penilaian baku, aspek fasilitas fisik menduduki peringkat kepuasan tertinggi dengan raihan angka 3,61, yang kemudian disusul oleh efektivitas mekanisme penyelesaian aduan di angka 3,58.
Sebaliknya, variabel tarif atau biaya administrasi tercatat menempati posisi terendah dengan skor 2,84. Kendati demikian, seluruh parameter yang diuji tetap menghasilkan angka rata-rata unsur yang solid pada kisaran 3,31.
Pihak otoritas terkait menegaskan bahwa esensi dari penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang ideal adalah tersedianya sistem yang praktis, akuntabel, serta berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
Segala bentuk rekomendasi dan kritik konstruktif yang terserap lewat program ini akan dijadikan catatan penting bagi seluruh jajaran pegawai, khususnya para petugas garda depan, untuk senantiasa mengedepankan sikap rendah hati dan profesionalisme tinggi saat mendampingi masyarakat.