JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Aroma sedap roti yang baru keluar dari pemanggangan memenuhi laboratorium pengolahan hasil pertanian di SMKN 1 Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Para siswa kelas akhir sedang menempuh Uji Sertifikasi Keahlian untuk program studi Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian tahun ajaran 2025/2026.
Fokus utama dalam ujian ini bukan sekadar membuat makanan, melainkan bagaimana siswa mampu mentransformasi bahan mentah menjadi komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasaran.
Prosesi ujian berlangsung cukup ketat di bawah pengawasan langsung para asesor kompeten. Setiap peserta didik diwajibkan mengikuti standar operasional prosedur yang berlaku di industri, mulai dari tahap penimbangan bahan secara presisi hingga teknik pengemasan produk akhir.
Ketelitian dalam proses fermentasi adonan menjadi kunci keberhasilan agar roti dapat mengembang sempurna dan memenuhi kriteria tekstur yang diinginkan.
Melansir akun @smkn1cipanas_cianjur dijelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pembuktian atas keterampilan yang telah dipelajari siswa selama tiga tahun di bangku sekolah.
Melalui sertifikasi ini, lulusan diharapkan memiliki daya saing yang kuat saat memasuki dunia kerja atau ketika memutuskan untuk membangun usaha mandiri.
"Keterampilan praktis yang mereka tunjukkan menjadi modal utama untuk menjawab tantangan industri pangan yang semakin kompetitif," unggah akun tersebut dikutip media Journalnusantara.com
Disebutkan juga bahwa pengalaman mengolah adonan hingga menjadi produk siap jual memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab dalam dunia profesi yang sesungguhnya.
"Program ini sekaligus mempertegas posisi sekolah kejuruan sebagai pencetak generasi produktif yang inovatif dan siap pakai di berbagai sektor pengolahan pertanian," tandasnya.