JOURNALNUSANTARA.COM - Menjaga kebersihan kandang kambing adalah kunci utama untuk mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit yang dapat merugikan peternak secara finansial.
Kandang yang kotor dan lembap merupakan tempat terbaik bagi bakteri serta parasit untuk berkembang biak dengan sangat cepat dan menyerang kesehatan ternak.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah membersihkan sisa pakan yang berserakan di lantai atau di dalam wadah pakan setiap pagi dan sore hari.
Sisa hijauan yang membusuk jika dibiarkan akan mengundang lalat dan menciptakan bau tidak sedap yang bisa mengganggu pernapasan kambing di dalam kandang tersebut.
Kotoran kambing atau srintil sebaiknya disapu dan dikumpulkan setiap hari. Anda bisa memanfaatkan kotoran ini sebagai bahan dasar pupuk organik yang bernilai ekonomi tinggi.
Gunakan sapu lidi atau penggaruk kayu untuk menjangkau sela-sela lantai panggung agar tidak ada kotoran yang menyangkut dan mengeras di bagian celah lantai.
Bagian bawah kandang juga harus diperhatikan secara khusus. Pastikan tidak ada air kencing yang menggenang karena uap amonia dari kencing sangat berbahaya bagi paru-paru.
Setiap seminggu sekali sebaiknya Anda menyemprot area kandang menggunakan cairan disinfektan atau air kapur untuk membunuh kuman dan virus yang menempel pada dinding.
Wadah air minum juga perlu disikat bersih secara rutin agar tidak berlumut. Air yang bersih akan menjamin pencernaan kambing tetap sehat dan bebas dari cacingan.
Lantai kandang yang terbuat dari kayu atau bambu harus dipastikan tetap kering. Jika lantai basah segera taburkan serbuk gergaji atau kapur untuk menyerap kelembapan berlebih.
Ventilasi udara harus dipastikan tidak terhalang oleh tumpukan barang. Sirkulasi udara yang lancar membantu menghilangkan bau amonia yang menyengat di dalam area peternakan.
Dengan jadwal pembersihan yang disiplin kambing akan merasa lebih nyaman sehingga nafsu makan meningkat dan pertumbuhan badan menjadi jauh lebih cepat dari biasanya.