Journalnusantara.com, Kuningan - Menjelang musim hujan yang akan ekstrem di Kabupaten Kuningan, Aliansi Putera Daerah Jawa Barat (APDA JABAR) DPC Kuningan dan OSIS SPENSAGA MARGABAKTI menggelar penyerahan bibit dan penanaman pohon sebagai upaya menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Langkah preventif yang patut dicontoh sebagai bagian dari gerakan masyarakat dan pelajar sadar lingkungan Kabupaten Kuningan dalam mewujudkan kabupaten konservasi.
Wildan Kamal Makarim, Ketua Umum APDA Jabar Kuningan, membenarkan bahwa agenda tersebut adalah agenda yang sudah disusun matang dan terencana sebagaimana diketahui bahwa menjelang musim penghujan yang ekstrem.
"Ke depan kami melakukan langkah pencegahan hal ini lebih baik ketimbang hanya melakukan langkah mengobati, lebih baik mencegah dari pada mengobati itu adagium yang klasik dan sangat syarat makna," katanya kepada Journalnusantara.com, Senin (18/11/2024).
Sementara bagi KABID Pelestarian Alam dan Lingkungan, Juned, menuturkan bahwa hal yang selayaknya dilakukan, dan bahwa ke depan akan terus memantau dan memetakan daerah mana yang rawan bencana.
"Tentunya dengan bekerja sama dengan dinas terkait seperti Dinas pertanian, Perhutani dan Cabang Dinas Kehutanan agar mendukung penuh agenda APDA JABAR, sebagai OKP yang akan fokus tidak hanya sebagai agen of control juga kami sebagai agen sosial," ujarnya.
Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada para kepala dinas dan stakeholder yang telah mensuport kegiatan positif ini ke depan akan terus berupaya semaksimal mungkin karena akibatnya bukan hanya materil saja akan tetapi juga psikologis masyarakat setelah tertimpa bencana sangat sangat patut diperhatikan.
"Inilah langkah kami yang kecil semoga ini bermanfaat ke depannya, dan mampu mengurangi dan meminimalisir dampak bencana alam yang lebih besar," ucap KABID Pelestarian Alam APDA Jabar menuturkan.
Sementara itu Ketua OSIS SPENSAGA MARGABAKTI, Alisya Septiasa menuturkan bahwa penanaman pohon adalah salah satu fokusnya karena kawasan di daerahnya sangat beresiko terjadi hal hal buruk dan kalau kemarau mengalami kekeringan air, dengan intensitasnya berkurang.
"Langkah ini adalah langkah program kerja kami maka dari itu kami harus membuat program kerja OSIS di SMP yang tidak hanya berdampak bagi siswa tetapi berdampak langsung bagi masyarakat sekitar. Program kerja baik ini akan terus berlanjut mudah mudahan nanti kamu juga bisa memberikan bibit pohon penahan air ke sejumlah desa sekitar yang dampaknya akan terasa bagi kami seperti desa tetangga kami Tundagan dan Bunigeulis yang pernah terdampak. semoga kedepan tidak ada bencana alam yang mengakibatkan kerusakan hebat di kabupaten Kuningan," tuturnya.
Di sisi lain UMUM APDA JABAR Pusat Isman Muslim saat di saluran telpon merespon langkah positif di setiap cabang yang ada di Jawa barat, dia membenarkan kalau APDA JABAR diharuskan peka terhadap lingkungan sekitar, isu isu yang berkembang serta tanggap dalam melakukan langkah strategis dama segala aspek apalagi hal ini bersentuhan dengan masyarakat secara langsung.
"Betul sekali bagi APDA JABAR gak ini adalah hal lumrah dan harus terus di perbaiki dan saya berharap setiap cabang dapat melakukan langkah langkah dengan sangat epik terencana dan terstruktur tidak hanya kasuistik saja akan tetapi kita mampu memetakan apa yang akan terjadi dimasa depan, Pengurus APDA JABAR harus kritis dan harus mampu berkolaborasi dengan organ pemerintah dan saya berharap ini akan menjadi contoh baik bagi cabang cabang di setiap kabupaten kota di Jawa Barat," sambungnyam
"Kami akan terus bersinergis tidak hanya satu hal tapi juga hal lainnya akan kami lakukan dan secepatnya kami melakukan pendidikan seperti mitigasi bencana di daerah daerah yang berpotensi terdampak, kami masih kekurangan personil dalam memberikan arahan dan pendidikan latihan tersebut. Semoga kedepan kami bisa menjadi lembaga yang siap mengawal kepentingan masyarakat yang lebih luas. Karena kami berawal dari masyarakat dan akan kembali kepada masyarakat," pungkasnya.