daerah

Lomba Paduan Suara, Cara Fatayat NU Cianjur Semarakkan Hari Santri dan Pahlawan

Minggu, 17 November 2024 | 16:24 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - Dalam rangka memeriahkan Hari Santri dan Pahlawan, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Cianjur mengadakan sebuah kompetisi paduan suara yang tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan bakat musik, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan.

Lomba paduan suara ini diikuti dengan antusias oleh berbagai kelompok peserta seperti remaja hingga dewasa dari majlis taklim, sekolah, dan pondok pesantren yang bertempat di Hypermart, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Nomor 1, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Ketua PC Fatayat NU Cianjur, Elin Marlina, dalam sambutannya menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan dan semangat kepahlawanan kepada generasi muda.

"Dengan kompetisi paduan suara ini alhamdulillah acara dari awal hingga akhir berjalan dengan sukses dan lancar," kata Elin sapaan akrabnya kepada media online nasional Journalnusantara melalui pesan tertulis, Minggu (17/11/2024).

Dikatakan Elin, dengan mengundang partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, acara paduan ini tidak hanya menjadi ajang untuk unjuk kebolehan tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan.

Menurutnya, acara ini bisa menjadi peluang untuk menggali potensi paduan suara yang ada di Cianjur, dengan mengadakan program pelatihan atau workshop paduan suara bagi generasi muda, agar mereka lebih memahami seni musik vokal yang dapat memperkaya budaya lokal.

"Dengan begitu, kompetisi ini tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan seni budaya di Cianjur, sekaligus merayakan Hari Santri dan Pahlawan dengan cara yang kreatif dan penuh makna," ujarnya.

Dalam hal ini lebih jauh Elin menjelaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk dalam resolusi jihad dan pertempuran 10 November 1945.

"Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945 menjadi latar belakang penetapan Hari Santri Nasional yang menyerukan umat Islam untuk berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu lanjut Elin, bahwa peran santri dalam resolusi dan fatwa jihad menjadi dorongan besar bagi arek-arek Suroboyo dalam pertempuran 10 November 1945 yang kemudian dikenal dengan hari pahlawan. 

"Artinya dengan melihat sejarah, semangat perjuangan santri yang diwariskan dari generasi terdahulu harus dilanjutkan oleh generasi sekarang dan mendatang," tandasnya menutup penyampaian dengan penuh semangat.

Tags

Terkini