JournalNusantara.com - Zaman edan, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan beragam kemerosotan moral di tengah masyarakat saat ini. Beredar informasi di Sosial Media seorang sopir ojek online (Ojol) dilecehkan oleh penumpangnya yang juga sesama kali-laki dengan cara mengelus-elus kelamin supir ojol dari arah belakang. Pelaku berdasarkan data dari KTP merupakan mahasiswa Program S2 PTS Islam di Kota Bandung.
Hal ini seperti apa yang dikemukakan dan diposting oleh akun @never_alonely dengan captions "Seorang sopir ojol di lecehkan oleh penumpangnya Pesanan dari Derwati ke Baleendah, penumpang minta melewati jln rancaoray setalah sampai di tmpt sepi dia meraba2 kelamin supir & mengajak utk berhenti Sopir ketakutan langsung tancap gas berhenti di dkt PDAM Cikoneng." twitnya.
Warganetpun banyak berkomentar dengan nada miring, diantaranya akun @Dito_Khalibran: "Di dunia pendidikan ini ada beberapa oknum homo & pedofil, gw pernah digrepe2 sama guru bimbel waktu SD. Untung gedenya ga jadi homo, that's why gw against LGBTQHDTV+. Bukan orangnya ya! Btw kalo udah M.pd, S.pd-nya udah ga perlu ditulis lagi ga sih?." tulisnya.
selanjutnya komentar dari akun @cecep77305: "Sebenernya manusia..manusia gitu dimusnahin..suntik mati..di penjara rugi ngempanin..ngempanin ayam bisa di jual hahahahaha..." berikutnya akun @antstinger045:" Salut buat pak supir udah berani untuk mengekspose pelakunya. Semoga dari pihak ojolnya juga memberikan kompensasi untuk pak sopir. Dengan memberikan dana untuk pak sopir konsultasi ke psikolog. Lanjut komentar akun @Thingkerbellll: "Pada setuju ga si bikin gerakan anti boti ? Ntar kita serang bareng bareng biar mereka takut nunjukin eksistensi dengan gitu bakal sangat menekan perkembangan boti boti ini karena mereka merasa terancam." paparnya tegas.
Sumber: Twitter