Tidak berhenti di tahap pembuatan, mahasiswa KKN GRADASI memastikan program ini memberikan dampak jangka panjang.
Pada Senin, 15 Desember 2025, tim mahasiswa terjun langsung ke sekolah-sekolah dasar di wilayah Sukamurni untuk mendemonstrasikan cara penggunaan alat peraga tersebut kepada para siswa.
Selain menyerahkan fisik alat peraga, mahasiswa juga memberikan buku panduan khusus yang disusun untuk guru dan siswa.
Hal ini bertujuan agar koleksi "Rumah Matematika Desa" di sekolah dapat terus dirawat, digunakan, dan bahkan dikembangkan lebih lanjut oleh para guru secara mandiri.
Baca Juga: Mutiara Pagi: Keadilan (Bagian 2060)
Ketua Kelompok 7 KKN GRADASI, Agus Salim, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program ini.
“Alhamdulillah, program kerja Rumah Matematika Desa telah terlaksana dengan baik. Semoga alat peraga yang diserahkan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dan menumbuhkan inovasi dalam konsep pembelajaran matematika lainnya,” ujar Agus.
Sinergi Akademisi dan Masyarakat
Langkah nyata ini menjadi bukti keberhasilan tema KKN GRADASI 2025: Gotong Royong, Akademisi, Bersinergi dan Berinovasi.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan di desa, diharapkan kualitas literasi numerasi di tingkat sekolah dasar dapat meningkat secara signifikan melalui pendekatan yang lebih humanis dan kreatif. ***
Artikel Terkait
Kembali ke Karawang, Senator Jihan Fahira Ajak Warga Cinta Asih Kuatkan Gotong Royong sebagai Pilar Bangsa
Kebakaran Kios di Bojongmeron, Akses Masuk Bomero Citywalk Dikeluhkan Warga