Journalnusantara.com, Langkat – Menyikapi pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan limbah dari aktivitas reklamasi di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pihak perusahaan akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Pak Rony Lipaly, selaku pimpinan PT Energi Mega Persada Gebang Limited (EMP), saat dikonfirmasi wartawan Journalnusantara.com menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ditemukan limbah yang mencemari wilayah tersebut.
“Sampai hari ini tidak ada ditemukan limbah di area itu. Kalau memang ada, nelayan bidug pasti langsung menghentikan aktivitas. Jadi apa yang terlihat keruh di sungai bukan limbah, melainkan lumpur galian,” ujarnya dengan tenang.
Menurut Rony, kekeruhan air di aliran sungai semata-mata disebabkan oleh aktivitas ekskavator yang menggali tanah untuk pemasangan bambu sebelum lokasi ditimbun.
“Itu bagian dari proses reklamasi. Lumpur tersebut berasal dari galian sungai, bukan limbah berbahaya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan lingkungan dilakukan secara rutin.
“Setiap enam bulan, Dinas Lingkungan Hidup melalui PJIT selalu melakukan pemantauan. Sampel air dan tanah dibawa ke laboratorium untuk diuji. Bahkan pada 25–26 yang lalu, tim dari Sosekbud juga sudah turun langsung melakukan pemantauan,” tambahnya.
Rony tidak menutup mata terhadap keluhan warga mengenai kerusakan jalan desa yang kerap dilalui truk pengangkut material reklamasi.
"Ia mengakui kondisi jalan semakin parah saat musim hujan, namun berkomitmen segera melakukan perbaikan.
“Memang musim hujan membuat jalan cepat rusak. Tetapi dalam waktu dekat, jalan-jalan yang berlubang akan segera kita timbun dan perbaiki, seperti biasanya,” tegasnya.
Dengan penjelasan ini, Rony berharap masyarakat mendapat kejelasan. Ia menegaskan bahwa EMP berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperhatikan dampak sosial bagi warga di sekitar wilayah kerja.
“Keluhan masyarakat terkait reklamasi maupun kondisi jalan tetap menjadi perhatian kami. EMP akan bertanggung jawab dan hadir untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bang Zul, warga Desa Pematang Cengal.
“Saya yakin dengan kepemimpinan Pak Rony di EMP, setiap persoalan bisa diselesaikan dengan baik. Beliau dekat dengan masyarakat dan peduli terhadap warga sekitar yang terdampak.
"Bang Zul Atas nama masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada PT EMP yang telah menunjukkan kepeduliannya,” tuturnya.
(Ramlan/Journalnusantara.com)
Artikel Terkait
BEM PTNU Jawa Barat Desak Pemerintah Provinsi dan Pusat Evaluasi Total Program MBG
Jurus Ampuh Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pilih Makanan Sehat, Fokus pada yang Utuh
Menjadi Jembatan Perdamaian
Tantangan Indonesia Emas 2045
Mengalahkan AI dengan Kecerdasan Emosional (EQ) dan Spiritual (SQ)
Mutiara Pagi: Tujuh Cahaya dalam Sejarah (Bagian 1984)
Eks Kadis Pertanian Kota Binjai Relasen Ginting Diduga Tipu Warga Deli Serdang dalam Proyek Ayam Kampung
Sosok Romelta Ginting, SE., Wakil Ketua DPRD Langkat yang Dekat dengan Masyarakat
Mutiara Pagi: Bertemanlah dengan Mereka (Bagian 1985)