JournalNusantara.com - Hari Teh Internasional yang jatuh pada tanggal 15 Desember merupakan hari untuk mengingat kehadiran teh di kehidupan kita.
Teh merupakan salahsatu minuman tertua didunia. Khasiat daun teh bukan rahasia umum, rasanya yang nikmat dan baunya yang harum menjadikan teh menjadi minuman paling digemari oleh lapisan masyarakat, pejabat bahkan para raja terdahulu.
Menurut Asep Rudiyana, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat ini menjadi Caleg DPRD Cianjur Dapil 4 (Kecamatan Mande, Sukaluyu, Ciranjang, Bojongpicung, Haurwangi) mengungkapkan bahwa Kabupaten Cianjur merupakan salahsatu penghasil teh di Jawa Barat.
Baca Juga: Kewaspadaan Terhadap Terjadinya Pneumonia Akibat Mycoplasma Pneumoniae Pada Anak di Indonesia
"Kabupaten Cianjur merupakan salahsatu penghasil Teh di Jawa Barat cuma disayangkan usaha teh lokal yang dikelola oleh Bumdes atau UMKM sepertinya mati suri". Ujar Asep Rudiyana yang akrab dipanggil Kang Asrud kepada JournalNusantara.com, Jum'at (15/12/2023).
"Minuman teh saat ini pun sudah bermetaformosis dan menjadi minuman kekinian. Hal ini menjadi bukti bahwa teh merupakan bahan minuman yang tak akan lekang oleh waktu". Tambahnya.
"Menurut beberapa sumber, kokon daun teh pertama kali ditemukan lebih dari 4000 tahun yang lalu di Tiongkok oleh Kaisar Nun Shen. Kala itu, daun-daun pohon di dekatnya ditiupkan ke dalam panci berisi air mendidih yang para pelayannya letakkan di atas api. Aroma teh membuat Kaisar ingin mencicipi minuman tersebut, dan itulah secangkir teh pertama. Pada abad ke-16, teh menyebar ke seluruh dunia hingga ke Eropa melalui para pedagang Belanda, dan teh menjadi komoditas utama yang dijual." Ungkap Kang Asrud.
Baca Juga: Kenali Penyakit Angin Duduk
"Hari Teh Internasional didirikan pada tahun 2005. Biasanya pada hari ini diadakan seminar, kampanye, promosi untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan teh." Imbuhnya.
Kang Asrud berharap suatu saat nanti teh asal Cianjur terutama yang diolah dan dikelola oleh UMKM atau Bumdes bisa bersaing dipasar lokal dan internasional. Sekarang teh produk UMKM masih dijual di pasar atau warung-warung, berbeda dengan teh yang diolah secara modern. Bahkan seperti tidak terlihat pergerakannya. Perlu program khusus dari Pemerintah Daerah bagaimana membangun usaha teh sehingga menjadi produk unggulan.
Baca Juga: Urgensinya Debat Capres & Cawapres Bagi Rakyat
"Saya berharap usaha Teh di Kabupaten Cianjur bisa bangkit, mungkin kalau saya nanti terpilih menjadi Anggota Legislatif (Aleg), saya akan membuat terobosan menjalin kerjasama dengan PTPN terkait budidaya teh yang dikelola oleh Bumdes." Pungkasnya.***
Artikel Terkait
Ganjar Pranowo : Dipercaya Memiliki Elektabilitas Tinggu Sebagai Capres 2024
Urgensinya Debat Capres & Cawapres Bagi Rakyat
Spiritualitas dan Intelektualitas Mutlak Diperlukan Untuk Integritas Seorang Pemimpin
Kenali Penyakit Angin Duduk
Kenali Penyebab Angin Duduk
Organisasi Kesehatan Dukung Pengamanan Zat Adiktif dalam RPP Kesehatan
Kewaspadaan Terhadap Terjadinya Pneumonia Akibat Mycoplasma Pneumoniae Pada Anak di Indonesia
Pilpres di Depan Mata
Piagam Madinah dan Penghianatan Kaum Yahudi: Asal-Usul Teori Konspirasi
Firman Mulyadi Ungkap Teh Cianjur Seperti Antara Ada dan Tiada