Firman Mulyadi Ungkap Teh Cianjur Seperti Antara Ada dan Tiada

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Jumat, 15 Desember 2023 | 17:27 WIB
Firman Mulyadi  bersama Mang Karni (Abdul Qodir Majid)
Firman Mulyadi bersama Mang Karni (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Hari Teh Internasional yang jatuh pada tanggal 15 Desember merupakan hari untuk mengingat kehadiran teh di kehidupan kita.

Teh merupakan salahsatu minuman tertua didunia. Khasiat daun teh bukan rahasia umum, rasanya yang nikmat dan baunya yang harum menjadikan teh menjadi minuman paling digemari oleh lapisan masyarakat, pejabat bahkan para raja terdahulu.

Baca Juga: Piagam Madinah dan Penghianatan Kaum Yahudi: Asal-Usul Teori Konspirasi

Menurut Firman Mulyadi, politisi Golkar yang saat ini menjadi Caleg DPR RI Dapil Jabar III mengungkapkan bahwa dirinya salahsatu penggemar teh. Pagi hari merupakan waktu yang tepat meminum teh dicampur gula aren, gula putih atau susu.

"Teh merupakan minuman favorit saya sejak duduk dibangku sekolah, selain baik untuk lambung juga teh bisa disajikan dengan berbagai varian sesuai selera". Ujar Kang Firman kepada JournalNusantara.com, Jum'at (15/12/2023).

"Kabupaten Cianjur merupakan wilayah penghasil teh, perkebunan teh yang dikelola PTPN tersebar luas di Kabupaten Cianjur". Tambah Firman.

Baca Juga: Kewaspadaan Terhadap Terjadinya Pneumonia Akibat Mycoplasma Pneumoniae Pada Anak di Indonesia

"Minuman teh saat ini pun sudah bermetaformosis dan menjadi minuman kekinian. Hal ini menjadi bukti bahwa teh merupakan bahan minuman yang tak akan lekang oleh waktu". Imbuhnya. 

"Menurut beberapa sumber yang pernah saya baca, teh pertama kali ditemukan lebih dari 4000 tahun yang lalu di Tiongkok oleh Kaisar Nun Shen.  Kala itu, daun-daun pohon di dekatnya ditiupkan ke dalam panci berisi air mendidih yang para pelayannya letakkan di atas api. Aroma teh membuat Kaisar ingin mencicipi minuman tersebut, dan itulah secangkir teh pertama. Pada abad ke-16, teh menyebar ke seluruh dunia hingga ke Eropa melalui para pedagang Belanda, dan teh menjadi komoditas utama yang dijual." Ungkap Firman.

Baca Juga: Kenali Penyakit Angin Duduk

"Hari Teh Internasional didirikan pada tahun 2005. Biasanya pada hari ini diadakan seminar, kampanye, promosi untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan teh." Pungkas nya.

Firman berharap suatu saat nanti teh asal Cianjur terutama yang diolah dan dikelola oleh UMKM atau Bumdes bisa bersaing dipasar lokal dan internasional. Sekarang teh produk UMKM masih dijual di pasar atau warung-warung, berbeda dengan teh yang diolah secara modern. Bahkan seperti tidak terlihat pergerakannya. Perlu program khusus dari Pemerintah Daerah bagaimana membangun usaha teh sehingga menjadi produk unggulan.*** 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X