Dan proses pembangunan tembok China ini tidak sedikit memakan korban , tercatat selama proses pembangunan itu pekerja yang gugur mencapai 1 juta orang khusus dimasa Dinasti Qin saja.
Arkeolog bahkan menemukan tulang belulang manusia disekitaran tembok besar China yang diduga kuat milik para pekerja.
Sehingga tak heran jika banyak juga yang mejuluki tembok besar ini sebagai makan terpanjang didunia.
Nyaris berusia 3.000 tahun dari pembangunan hingga saat ini belum mengalami renovasi karna kerusaksakan yang membuat banyak orang bertanya-tanya.
Apa sih rahasia dari bahan bangunan tembok raksasa besar China ini?
Para peneliti mengungkapkan tembok ini dibangun menggunakan batu bata merah yang direkatkan dengan campuran air, beras ketan, serta jeruk mipis, terdengar tidak masuk akal.
Namun hasil penelitian dari Study Of Sticky Rice-Lime Mortar Technologi For The Restoration Of Historical Masonry Contruction, Peneliti Poe Yang beserta timnya menemukan bahwa Mortar beras ketan dan jeruk mipis memang memiliki sifat fisik yang lebih stabil untuk penyimpanan mekanis lebih besar dan lebih cocok untuk bata kuno.
Penggunakan ketan sebagai bahan kontruksi ini pun dianggap sebagai inovasi terbesar dari Dinasti Ming. Inovasi ini juga digunakan untuk membantu Pagoda hingga makam tahan terhadap bencana dan gempa.
Namun, Sekuat-kuatnya sesuatu jika termakan usia pada akhirnya akan hancur juga. Pada bulan Januari lalu gempa berkekuatan 6,9 skalaliter sempat meruntuhkan sekitar 2 meter bangunan tembok raksasa ini.