Tak disangka, idenya ini mendapat respon yang sangat positif dari berbagai kalangan. Orang-orang dari berbagai negara seperti Prancis, Australia, Inggris, Pakistan, hingga Jerman turut menunjukkan rasa ketertarikan mereka.
Baca Juga: Awas! Bahaya Penyakit Campak Intai Anak dan Dewasa, Bisa Sebabkan Kematian
Maka pada sejak itu, melalui lobi-lobi Komunitas Muslim dengan melibatkan tokoh-tokoh Muslim, bahkan antar agama, Nazma berhasil meyakinkan pemerintahan kota New York untuk menetapkan tgl 1 Pebruari sebagai Hari Hijab Se-Dunia (World Hijab Day).
Tahun ini di kota New York acara Hari Hijab Se-Dunia dimeriahkan dengan fashion show, menampilkan hijab dari berbagai belahan dunia. Komunitas Muslim Indonesia menampakkan pakaian Muslim batik asal Lombok dan Flores.
Selain itu juga dilangsungkan Konferensi Wanita (Women Conference) pertama dengan menghadirkan wanita-wanita Muslimah yang berhijab dalam berbagai profesi. Hadir di antaranya seorang ahli (insinyur) NASA, politisi, militer dan polisi, guru, artis, pebisnis, dan seterusnya.
Pesan khusus yang ingin disampaikan tahun ini adalah bahwa hijab, selain memang simbol pengabdian dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas Muslimah. Dan yang terpenting juga bahwa hijab bukan halangan untuk sukses dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Baca Juga: Setelah G20, Kini Indonesia Pimpin ASEAN
Dan yang juga membanggakan adalah Nusantara Foundation telah mengambil bagian penting dari sejarah ini. Dan setiap tahunnya juga menjadi sponsor utama dalam ragam acara sebagai rangkaian peringatan Hari Hijab Se-Dunia. Bravo!
Selamat Hari Hijab Se-Dunia!
NYC Subway, 1 Februari 2023
Presiden Nusantara Foundation