opini

Celoteh Mahasiswa; Memaknai Kembali Pita Putih Garuda Pancasila

Rabu, 30 November 2022 | 14:21 WIB
Ilustrasi lambang negara Garuda Pancasila dengan pita putihnya yang bertuliskan "Bhineka Tunggal Ika". (Foto: freepik)

JournalNusantara.com/ SuaraMahasiswa - Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak keanekaragaman. Dari Sabang sampai Merauke Indonesia, dari Mianggas hingga Pulau Rote, terkenal akan keanekaragamannya. 

Mulai dari ras, suku, budaya, agama, etnis, bahasa, bahkan ekonominya-pun berbeda-beda tergantung pada ketersediaan sumber daya alam yang diberikan oleh setiap wilayahnya, akan tetapi hal itu tidak menjadikan bangsa ini terpecah belah karena adanya perbedaan. 

“Lantas hal apa yang membuat bangsa indonesia menjunjung persatuan ?”

Karena yang membuat Indonesia menjadi negara yang satu-kesatuan adalah adanya Bhinneka Tunggal Ika, semayat semboyan negara inilah yang sudah diterapkan oleh masyarakat Indonesia secara turun menurun.

Baca Juga: Atalia Praratya Ridwan Kamil: Warga Terdampak Gempa Butuh Air Bersih, Air Kolam Tidak Sehat

Bahkan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” tercantum pada lambang negara Garuda Pancasila. Jika diartikan per kata, pada kata bhinneka berarti “beraneka ragam”, kata tunggal berarti “satu”, dan kata ika yang berarti “itu”. Secara harfiah jika disatukan maka Bhinneka Tunggal Ika berarti beraneka ragam tetapi tetap satu jua.

“lantas apakah Al-Qur’an berbicara tentang Bhineka Tuggal Ika ?”

Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tapi satu jua, memiliki arti kemiripan pada Surat Al-Hujurat Ayat 13 :

“Wahai manusia kami telah menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesumgguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah  yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang.”

Baca Juga: Ketika Mahasiswa Berbincang Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ayat ini secara gamblang juga menjelaskan bahwa manusia di mata Allah SWT adalah sama dan setara. Tidak dibenarkan jika ada yang saling merendahkan satu sama lain. Yang mampu membedakan manusia satu dengan manusia lainnya hanyalah derajat ketakwaannya.

Dapat disimpulkan melalui Surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT secara tegas melarang segala bentuk tindakan kebencian kepada sesama manusia dengan mengatasnamakan suku, ras, agama, dan lain sebagainya.***(Irfan Taofik/1224030053/MD-1B).

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB