JournalNusantara.com - Televisi adalah media elektronik yang berfungi sebagai alat untuk memperoleh informasi, pendidikan, hiburan, dan lain sebagainya. Jenis media massa yang paling banyak digunakan untuk hiburan dan informasi selama beberapa dekade adalah televisi.
Televisi dapat menayangkan acara musik, film, sinetron, variety show, reality show, dan acara lainnya dengan melibatkan penonton selebriti idola karena bersifat audio visual.
Dominasi televisi semakin diganggu (disrupted) oleh media baru yang dikenal dengan media sosial, yang merupakan produk sampingan dari pertumbuhan teknologi internet.
Baca Juga: Siti Marsela : Citizen Journalism, Ancaman Bagi Media Mainstream ?
Pengguna smartphone, yang secara signifikan lebih murah daripada PC atau laptop untuk mengakses internet, meningkat seiring dengan kemajuan teknologi ponsel. Yang lebih mencengangkan, Indonesia, negara yang dianggap belum maju, ternyata memiliki persentase pengguna internet tertinggi di dunia.
Meski gratis mengakses televisi, jumlah penontonnya justru menurun. Sedangkan pemirsa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, secara historis paling banyak mengakses televisi.
Banyak pihak beranggapan bahwa sebagai akibat dari pengenalan fenomena baru ini dalam lanskap media yang bergeser, masyarakat suatu hari akan meninggalkan kebiasaan menonton televisi. Namun, mengingat banyaknya manfaat dari televisi, banyak para ahli yang optimis bahwa media televisi tidak akan hilang sama sekali.
Baca Juga: Refa Audina: Peluang dan Tantangan Media Massa di Era Media Digital
Pemerintah mulai menghentikan siaran TV analog secara bertahap dan beralih ke siaran digital. Saat itu, TV analog di daerah tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan untuk menonton siaran televisi. Setelah itu, mereka dapat menonton acara televisi di TV Digital.
Keberadaan televisi digital dapat menjawab kerinduan masyarakat akan kualitas siaran yang lebih hidup. Selain itu, isi acara televisi dinilai lebih kreatif dan mendidik. Sistem penyiaran televisi digital mengutamakan informasi yang valid dengan menggunakan teknologi terkini.***
Penulis adalah Mahasiswi KPI 3 D FDK UIN SGD Bandung