opini

Kesadaran dan Pemahaman Manusia Pancasila Sebagai Khalifah di Muka Bumi (Bag1)

Senin, 28 Agustus 2023 | 17:17 WIB
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)

Oleh : Jacob Ereste

Dulu, ketika kawan sejawatnya meninggal, dia sangat kaget dan sock, tidak percaya. Hingga untuk beberapa waktu lamanya, trauma kematian kawan karibnya yang tidak terduga itu sungguh membuat dirinya kaget berkepanjangan hingga shock. Dia sungguh tidak percaya kawannya yang sangat segar bugar itu bisa meninggal begitu gampang.

Baca Juga: KKN UNPI Cianjur Gelar Giat Bersih Neglasari Asri di Bojong Picung

Dalam waktu yang cukup lama, peristiwa kematian kawan sepermainannya yang meninggal secara mendadak itu terus menjadi ganjalan dalam benak dan hatinya. Baru setelah adik sepermainannya pada masa kecil dahulu itu juga meninggal dia jadi terperangah semakin tidak percaya, karena justru yang meninggal kali ini adalah kawan sepermainan yang jauh lebih muda usianya dari dirinya sendiri.

Tapi karena itu dia mulai menyadari bahwa kematian itu sungguh tidak tergantung pada usia. Ibarat buah, mulai dari yang matang hingga yang baru memutik pun tidak sedikit yang rontok, berguguran seperti kematian yang tak pandang bulu.

Baca Juga: KTT BRICS di Afrika Selatan, Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Berhak untuk Maju

Begitulah ajal dari manusia, merupakan bagian dari rahasia milik Tuhan seperti kekuasaan-Nya Yang Maha Pencipta itu. Dan kapan kematian itu pun tiada seorang yang mampu memastikannya. Begitu juga upaya untuk mencegah atau menghambat kekuasaan Allah SWT yang meliputi segenap jagat raya dan seisinya ini.

Saat, kematian sahabat lamanya yang justru jauh lebih muda dari usia tadi sebagai sahabat semasa kecil inilah dia mulai pulih dan mampu berupaya membangun kembali kesadarannya tentang kematian yang bagi setiap orang sungguh dekat. Karenanya, misteri kematian jadi bahan permenungan yang baik untuk memahami misteri kematian hingga disadari sebagai pembuktian atas keterbatasan kemampuan setiap manusia untuk memikirkan misteri kematian itu secara ilmiah sekalipun.

Dan ternyata, misteri kematian itu cukup diyakini saja untuk kemudian dipahami bahwa itu hanya milik Tuhan semata, persis seperti kekuasaannya yang mutlak atas rezim yang paling berkuasa sekali pun.

Baca Juga: Mengenal Kelebihan Gugatan Sederhana

Kecuali itu, misteri kematian hanya bisa dan mungkin dapat dipahami oleh mereka yang meniti jalan spiritual, karena hanya dengan kemampuan spiritual yang tinggi mampu memahami misteri Illahi yang maha tinggi. Tanpa kemampuan yang mumpuni memang tidak mungkin bisa menjangkau bisikan langit dengan ilmu dan pengetahuan sekalipun. Termasuk jangkauan dari gapaian intelektual sekalipun. Sebab habitat spiritualitas juga berada di atas langit.***

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB