opini

Jalan Tengah (1)

Jumat, 24 Maret 2023 | 04:31 WIB
Ilustrasi Jalan (Foto/pexels.com)


Oleh: Hamdan Juhannis

Salam Ramadan. Saya menjumpai anda kembali melalui coretan berseri. Banyak teman dekat mengingatkan dan bertanya apa tema tulisan Ramadan tahun ini. Saya bertanya balik, seberapa penting celoteh saya? Teman lain langsung menjawab, paling tidak untuk membantu menghitung jumlah puasa. 

Sejujurnya saya kesulitan menemukan tema besar yang bisa menaungi coretan-coretan saya. Mungkin karena saya sudah memakainya semua peristilahan yang saya tahu dalam kurung 5 Ramadan terakhir ini. Saya awalnya berfikir untuk menulis  "Ekosistem Kesalehan". Saya tinggalkan karena saya sendiri tidak paham maksudnya. Lalu terlintas untuk menulis "Manisfesto Keberagamaan". Saya ragu, apakah   istilah manifesto itu relevan untuk mengulas fenomena keberagamaan masyarakat.

Baca Juga: Larangan PHK Karena Pernikahan Sesama Pekerja dan Adanya Hubungan Darah Antar Pekerja dalam Satu Perusahaan

Saya sudah hampir memutuskan memakai "Sentrum Penghambaan." Masalahnya sama, saya bingung sendiri, ada-ada saja peristilahan yang saya buat yang maknanya tidak bisa saya raba sedikitpun. Akhirnya saya memutuskan  mencari jalan tengah untuk mewadahi kesemrawutan letupan pikiran saya. Dan itulah temanya "Jalan Tengah," jalan keberagamaan menuju keselamatan jiwa, kedamaian pikir, ketenteraman hati, dan keteraturan laku.

Jalan Tengah adalah jalan keselematan. Jalan Tengah bisa menjadi ideologi sekaligus metodologi beragama. Jalan Tengah sudah pasti bukan "Tengah Jalan". Jalan Tengah adalah jalan penyelesaian, sementara tengah jalan adalah jalan yang belum selesai.

Jalan Tengah bukan juga jalan pintas. Karena jalan tengah mengutamakan keseimbangan sementara jalan pintas terdorong oleh kenekatan. Jalan Tengah beragama mengutamakan keteraturan rasio, jalan pintas beragama terobesesi oleh keterdesakan rasa.

Jalan Tengah  adalah jati diri keberagamaan yang akan dituju. Jalan tengah adalah kamus keberagamaan yang berisi kosa kata penghargaaan, penghormatan, ataupun pengakuan  terhadap mereka yang berbeda.

Baca Juga: Wamenhan Ajak Seluruh Elemen Gunakan Produk Dalam Negeri

Jalan Tengah sering menjadi sangat panjang untuk dijalani karena beragamnya tantangan yang harus dilalui. Namun Jalan Tengah harus dijalani, diarungi, diperjuangkan kehadirannya sebagai jalan hidup. Karena bila tidak, kita hanya akan berada di "simpang jalan" Keberagamaan. Mari mencermati selama Ramadan ini, pernak pernik lakon kehidupan yang bersinggungan dengan Jalan Tengah. Jangan lupa baca, kalau tidak bisa, jalan tengahnya adalah memberi emot (????).

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB