opini

Seri Agama dan Sains: Lubang Hitam, Terompet Sangkakala dan Hari Kiamat

Kamis, 2 Maret 2023 | 12:01 WIB
Ilustrasi kiamat akibat kutub bumi terbalik (Sumber Foto: Foto: Express)


Oleh: Nanang Gojali

Temuan Astrofisika terbaru menghasilkan kesimpulan bahwa Alam Semesta akan berakhir di Lubang Hitam atau Black-hole. Lobang Hitam itu berbentuk mirip terompet. Dari sini muncul hipothesa bahwa Alam Semesta memiliki bentuk seperti terompet.

Sementara itu dalam Theologi Islam, Hari Kiamat akan terjadi melalui Tiupan Terompet Malaikat Israfil, yaitu pada tiupan yang kedua. Kesimpulan logisnya, bahwa Terompet Malaikat Israfil dalam Theologi Islam, itulah yang disebut Lubang Hitam dalam temuan Astrofisika modern.

Ketika ditanya tentang jumlah bintang di langit, Stephen Hawking menjawab, "Saya tidak tahu, karena saya tidak tahu seberapa luas Alam Semesta".

Pernyataan Hawking ini menggambarkan betapa luas Alam Semesta, meskipun Hawking sendiri menyatakan bahwa Alam Semesta yang sangat luas ini, tetap saja terbatas. Hawking mengatakan: "Apabila alam semesta tidak terbatas, ...Tuhan tidak bisa bebas memilih cara menciptakan alam semesta."

Dirangkum dari artikel berjudul "Lubang Hitam Stephen Hawking dan Terompet Malaikat Israfil...", TiNewss 31/10/22, hubungan antara Lubang Hitam, berakhirnya Alam Semesta, Hari Kiamat dan Terompet Malaikat Israfil, dapat diringkas sebagai berikut:

Pertama, deskripsi tentang sifat-sifat Lubang Hitam dalam Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 15-16, memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan deskripsi tentang apa yang terjadi dengan alam semesta ketika Terompet Sangkakala ditiup, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Haqqah Ayat 13-18.

Kesimpulan ini sejalan dengan temuan NASA tahun 2012, bahwa alam semesta memiliki bentuk yang mirip terompet.Temuan sains modern ini dengan demikian telah memberi jalan untuk memahami dengan lebih mudah bahwa Hari Kiamat, yang berarti kehancuran Alam Semesta, akan ditandai oleh tiupan Terompet Sangkakala oleh Malaikat Israfil. Kehidupan alam semesta yang berbentuk terompet, akan diakhiri oleh tiupan terompet.

Baca Juga: Wapres Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Ketika Terompet dibunyikan, maka seluruh benda semesta akan tersedot oleh kekuatan tiupan terompet, yang digambarkan sebagai Lubang Hitam dengan daya gravitasi sangat kuat untuk menarik seluruh materi Alam Semesta ke arah liang kubur yang sudah disediakan untuknya, yaitu Lubang Hitam.

Bagaimana kekuatan daya gravitasi bunyi terompet ini, digambarkan dalam banyak Ayat, yang sangat mirip dengan deskripsi sains modern tentang daya gravitasi Lubang Hitam.

Deskripsi Al-Qur'an ini bisa ditemukan antara lain dalam Surat Al-Infithar: 1-3; At-Takwir: 1-3; Al-Qari'ah: 4-5; Az-Zalzalah: 1.

Kedua, deskripsi Al-Qur'an tentang sifat-sifat lubang hitam bukan hanya datang lebih dahulu, tapi juga lebih detil dibandingkan dengan apa yang sejauh ini sudah ditemukan oleh sains. Kesimpulan kedua ini mengukuhkan hierarki sumber pengetahuan dalam Islam yang menjadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai Dua Sumber Utama, baru kemudian menuju ke sumber ketiga, termasuk dari khazanah keilmuan dari berbagai tradisi dan generasi.

Berbeda dengan Epistemologi barat yang mulai dan berakhir pada sumber ketiga, Epistemologi Islam mulai dari sumber pertama dan kedua, baru menggunakan sumber ketiga. Jika Einstein sudah sampai pada tingkat mengagumi Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW, Hawking tidak. Meskipun Hawking percaya pada Tuhan, tapi ia tidak tahu bahwa Allah sudah melimpahkan sebagian kewenanganNya kepada para Malaikat. Bahwa kekuatan tiupan terompet Malaikat Israfil itulah sumber energi gravitasi lubang hitam yang menarik seluruh materi alam semesta. Dia juga tidak tahu bagaimana sumber energi lubang hitam itu akan habis dan menelan dirinya sendiri. Ia apalagi tidak tahu menahu, bagaimana kondisi bumi ketika lubang hitam itu menarik seluruh materi semesta, karena subjek itu bukan bidangnya.

Ketika Sangkakala ditiup, semua makhluk akan musnah, kecuali yang dikehendakiNya (QS. A-Zumar: 68), yaitu Malaikat Mikail, Malaikat Israfil, Malaikat Maut, dan Malaikat Penyangga Arsy. Namun para Malaikat itu akhirnya akan tetap mati di tangan Malaikat Izrail. Setelah itu, Allah Sendiri yang akan mencabut nyawa Malaikat Izrail.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB